BOGOR – SD Muhammadiyah Parungpanjang resmi memulai kegiatan belajar mengajar (KBM) pada tahun ajaran baru 2026/2027, Rabu (15/7/2026). Dimulainya aktivitas pembelajaran ini menjadi tonggak penting dalam upaya menghadirkan pendidikan berkualitas yang memadukan keunggulan akademik, pembentukan karakter, dan nilai-nilai keislaman di wilayah Kecamatan Parungpanjang, Kabupaten Bogor.
Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Parungpanjang, M. Robi Binarta, menyampaikan rasa syukur atas beroperasinya sekolah yang diharapkan mampu menjadi salah satu pusat pendidikan unggulan bagi masyarakat.
Menurutnya, kehadiran SD Muhammadiyah Parungpanjang merupakan bagian dari komitmen Muhammadiyah dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia melalui pendidikan yang berorientasi pada akhlak, ilmu pengetahuan, dan kemajuan zaman.
"Alhamdulillah, kegiatan belajar mengajar telah resmi dimulai. Kami berharap SD Muhammadiyah Parungpanjang dapat menjadi tempat tumbuhnya generasi yang beriman, berilmu, berakhlak mulia, serta memiliki kemampuan untuk bersaing di era modern," ujar Robi Binarta.
Sementara itu, Kepala SD Muhammadiyah Parungpanjang, Fahmi Ibrahim, menjelaskan bahwa seluruh persiapan pembelajaran telah dilakukan secara maksimal, mulai dari kesiapan tenaga pendidik, kurikulum pembelajaran, hingga penyediaan lingkungan belajar yang aman dan nyaman bagi peserta didik.
Menurut Fahmi, sekolah tidak hanya fokus pada pencapaian akademik, tetapi juga memberikan perhatian besar terhadap pembentukan karakter dan penguatan nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari.
"Kami berkomitmen memberikan layanan pendidikan terbaik bagi seluruh siswa. Selain meningkatkan kemampuan akademik, kami juga menanamkan nilai kedisiplinan, tanggung jawab, akhlakul karimah, dan kebiasaan Islami sebagai bekal mereka di masa depan," katanya.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara sekolah dan orang tua dalam mendukung proses pendidikan anak. Menurutnya, keberhasilan pendidikan tidak hanya ditentukan oleh sekolah, tetapi juga membutuhkan dukungan keluarga sebagai lingkungan pendidikan pertama bagi anak.
"Kami mengajak seluruh orang tua untuk bersama-sama membangun sinergi dalam mendampingi tumbuh kembang anak. Dengan kerja sama yang baik, tujuan pendidikan akan lebih mudah tercapai," tambahnya.