BOGOR – Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bogor bergerak cepat menindaklanjuti laporan kerusakan ratusan meubelair di SDN Kalongsawah 01, Kecamatan Jasinga. Sebanyak 120 unit meja dan kursi siswa dilaporkan sudah tidak layak digunakan sehingga berpotensi mengganggu kenyamanan kegiatan belajar mengajar.

Untuk memastikan kondisi di lapangan, tim dari Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor melakukan peninjauan langsung sekaligus menginventarisasi kebutuhan sarana dan prasarana sekolah yang memerlukan penanganan.

Kepala Seksi Rehabilitasi SD Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor, Sumanta, mengatakan hasil pengecekan menunjukkan kerusakan meubelair terjadi akibat beberapa faktor, di antaranya dampak bencana, kondisi penyimpanan, serta pemeliharaan yang kurang optimal dalam kurun waktu tertentu.

Menurutnya, kondisi tersebut belum tercatat dalam data Dinas Pendidikan karena pihak sekolah sebelumnya belum menyampaikan laporan resmi terkait kerusakan yang terjadi.

"Kerusakan disebabkan oleh beberapa faktor, mulai dari bencana, penyimpanan, hingga pemeliharaan yang kurang baik. Karena belum ada laporan yang masuk, data yang kami miliki sebelumnya masih menunjukkan kondisi meubelair dalam keadaan baik," ujar Sumanta usai melakukan peninjauan, Sabtu (11/7/2026).

Ia menegaskan pentingnya komunikasi dan pelaporan secara berkala antara satuan pendidikan dengan Dinas Pendidikan agar kebutuhan sarana belajar dapat segera ditindaklanjuti melalui mekanisme yang berlaku.

Untuk mempercepat penanganan, pihak sekolah diminta segera menyusun dan mengajukan proposal pengadaan meubelair baru sebagai dasar pengusulan bantuan kepada pemerintah daerah.

Selain itu, Disdik Kabupaten Bogor juga mendorong SDN Kalongsawah 01 untuk mengajukan program revitalisasi sekolah melalui pemerintah pusat guna mendukung peningkatan kualitas sarana pendidikan secara menyeluruh.

Tak hanya memeriksa kondisi meja dan kursi siswa, tim Disdik juga melakukan evaluasi terhadap fasilitas lainnya di lingkungan sekolah. Hasil peninjauan mencatat perlunya pembangunan pagar sekolah serta Tembok Penahan Tanah (TPT) guna meningkatkan aspek keamanan dan keselamatan warga sekolah.