BOGOR – Anggota DPRD Kabupaten Bogor sekaligus Wakil Ketua Komisi I, Achmad Yaudin Sogir, menyampaikan keprihatinannya terhadap kondisi sarana pendidikan di sejumlah Madrasah Ibtidaiyah (MI) di Kabupaten Bogor yang masih minim fasilitas belajar.

Salah satu kondisi tersebut ditemukan di MI Raudlatul Falah 1, Kampung Jambu RT 02 RW 12, Desa Pasir Jambu, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor. Madrasah yang berada di bawah naungan Yayasan Pendidikan Islam Raudlatul Falah itu masih mengalami keterbatasan mebelair sehingga sebagian siswa harus mengikuti kegiatan belajar mengajar dengan duduk di atas tikar.

Menurut Sogir, kondisi tersebut menjadi ironi di tengah berbagai pembangunan infrastruktur yang terus berjalan di Kabupaten Bogor. Ia menegaskan bahwa pendidikan, khususnya pendidikan dasar dan keagamaan, harus menjadi prioritas karena berkaitan langsung dengan kualitas generasi masa depan.

"Sangat memprihatinkan ketika di era digital saat ini masih ada anak-anak madrasah yang belajar di atas tikar karena tidak memiliki bangku dan meja yang memadai. Ini bukan sekadar persoalan fasilitas, tetapi menyangkut hak anak untuk memperoleh pendidikan yang layak. Jangan sampai pembangunan yang megah mengabaikan kebutuhan dasar pendidikan," tegas Sogir, Kamis (9/7/2026).

Ia menilai Pemerintah Kabupaten Bogor perlu memberikan perhatian lebih terhadap kebutuhan sarana belajar madrasah, mengingat masih banyak lembaga pendidikan berbasis keagamaan yang menghadapi keterbatasan fasilitas.

"Saya akan memperjuangkan agar tersedia program hibah mebel bagi Madrasah Ibtidaiyah yang masih kekurangan bangku dan meja belajar. Pendidikan harus menjadi investasi utama daerah, karena dari ruang-ruang kelas sederhana inilah masa depan bangsa dibangun," ujarnya.

Selain mendorong dukungan dari pemerintah daerah, Sogir juga berencana mengajak perusahaan-perusahaan yang beroperasi di wilayah Sukaraja dan sekitarnya untuk menyalurkan program tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR) bagi dunia pendidikan.

"Perusahaan memiliki tanggung jawab sosial terhadap lingkungan sekitarnya. Saya akan mendorong agar program CSR dapat diarahkan untuk membantu madrasah, terutama dalam penyediaan mebel dan sarana belajar lainnya. Sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat sangat diperlukan agar tidak ada lagi siswa yang belajar dalam kondisi yang memprihatinkan," katanya.

Sementara itu, Ketua LSM Indonesia Education, Miftahudin, menyatakan masih banyak Madrasah Ibtidaiyah di Kabupaten Bogor yang membutuhkan perhatian, khususnya terkait sarana dan prasarana pendidikan. Ia berharap upaya yang diperjuangkan Sogir dapat segera terealisasi sehingga seluruh siswa madrasah dapat belajar dengan fasilitas yang lebih layak dan nyaman.