BOGOR – Kondisi memprihatinkan masih terjadi di sejumlah lembaga pendidikan dasar keagamaan di Kabupaten Bogor. Salah satunya dialami siswa-siswi MI Raudlatul Falah 1 yang berlokasi di Kampung Jambu RT 02 RW 12, Desa Pasir Jambu, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor.

Di tengah pesatnya pembangunan dan berbagai program peningkatan kualitas pendidikan, para siswa madrasah tersebut masih harus mengikuti kegiatan belajar mengajar dengan sarana yang sangat terbatas. Sebagian siswa bahkan terlihat belajar menggunakan tikar karena belum tersedianya meja dan bangku belajar yang memadai.

Kondisi tersebut mendapat perhatian dari pegiat pendidikan dan aktivis sosial. Ketua LSM Indonesia Education, Miftahudin, menilai masih adanya sekolah yang kekurangan sarana dasar pembelajaran merupakan persoalan yang perlu mendapat perhatian serius dari seluruh pemangku kepentingan.

"Di era digital seperti sekarang, masih ada anak-anak yang harus belajar beralaskan tikar karena keterbatasan mebelair. Ini tentu menjadi keprihatinan bersama. Pendidikan merupakan investasi masa depan bangsa yang harus mendapat perhatian penuh," ujarnya.

Menurutnya, keberadaan sarana belajar yang layak merupakan kebutuhan mendasar untuk menunjang proses pendidikan yang nyaman dan berkualitas bagi peserta didik.