DEPOK  – Pemerintah Kota Depok terus memperkuat upaya penanganan genangan dan banjir melalui program penataan drainase terintegrasi. Memasuki tahap III pada tahun 2026, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Depok mengalokasikan anggaran sekitar Rp18 miliar untuk mengerjakan 115 paket pembangunan dan peningkatan saluran drainase yang tersebar di berbagai wilayah.

Program tersebut merupakan bagian dari strategi jangka panjang Pemkot Depok dalam meningkatkan kapasitas sistem drainase perkotaan agar mampu mengalirkan air secara lebih optimal, khususnya saat curah hujan tinggi.

Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas PUPR Kota Depok, Rizwanur Rahim, mengatakan penataan drainase dilakukan secara bertahap agar pelaksanaannya lebih efektif dan mampu menjawab kebutuhan masing-masing wilayah.

“Program penataan drainase terintegrasi kami laksanakan secara bertahap agar penanganan lebih merata dan tepat sasaran sesuai kebutuhan di lapangan,” ujar Rizwanur, Selasa (21/7/2026).

Menurutnya, pembangunan drainase tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik semata, tetapi juga bertujuan memperbaiki sistem pengaliran air secara menyeluruh melalui keterhubungan antar saluran yang ada.

Program penataan drainase terintegrasi sebelumnya telah dilaksanakan dalam dua tahap.

Pada Tahap I, Bidang SDA Dinas PUPR Kota Depok menyelesaikan 85 paket pekerjaan dengan nilai anggaran sekitar Rp17 miliar.

Kemudian pada Tahap II, jumlah pekerjaan meningkat menjadi 122 paket dengan nilai anggaran yang relatif sama, yakni sekitar Rp17 miliar.

Sementara pada Tahap III, sebanyak 115 paket pekerjaan kembali dilaksanakan dengan total anggaran sekitar Rp18 miliar.