TANGGAMUS (BS) – Pengelolaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di SMAN 1 Air Naningan, Kabupaten Tanggamus, kembali menjadi sorotan publik. Sejumlah persoalan yang disebut muncul sejak sekolah dipimpin Hairani, M.Pd., kini berkembang hingga memunculkan pertanyaan terkait penggunaan anggaran pemeliharaan sarana dan prasarana sekolah.
Berdasarkan informasi yang beredar di lingkungan sekolah, beberapa isu yang ramai diperbincangkan antara lain dugaan pungutan parkir kendaraan, gaya kepemimpinan yang dinilai terlalu tertutup, pengelolaan pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB), hingga kondisi pos keamanan sekolah yang disebut kerap tidak terjaga.
Sorotan terbaru tertuju pada penggunaan Dana BOS yang nilainya disebut hampir mencapai Rp1 miliar. Dari jumlah tersebut, publik mempertanyakan realisasi anggaran pemeliharaan sarana dan prasarana sebesar Rp172.948.400.
Pasalnya, berdasarkan pantauan di lapangan, pekerjaan yang terlihat hanya berupa penambalan lantai ruang laboratorium dan perbaikan sebagian plafon berbahan triplek.
Saat dikonfirmasi pada Selasa (12/5/2026), Kepala SMAN 1 Air Naningan, Hairani, tidak berada di sekolah. Klarifikasi kemudian disampaikan oleh Humas sekolah, Wilis.
“Memang benar yang direnovasi lantai LAB dan plafon, kami juga mengganti keramik tiga ruang kelas,” ujarnya.
Namun penjelasan tersebut justru memunculkan pertanyaan lanjutan. Berdasarkan hasil penelusuran awak media, lantai yang disebut baru direnovasi diduga merupakan pekerjaan lama yang telah dilakukan pada tahun sebelumnya.
Kondisi tersebut memicu dugaan adanya ketidaksesuaian antara realisasi pekerjaan fisik dengan besaran anggaran yang tercantum dalam laporan penggunaan Dana BOS.
Masyarakat pun mendesak adanya audit serta pemeriksaan menyeluruh terhadap pengelolaan anggaran di SMAN 1 Air Naningan agar penggunaan dana pendidikan benar-benar transparan, tepat sasaran, dan dapat dipertanggungjawabkan.