BOGOR  – WANITA Persatuan Ummat Islam (PUI) Kabupaten Bogor menggelar kegiatan Pembinaan Kader dan Penguatan Majelis Taklim bertema "Meneguhkan Intisab, Menggerakkan Ishlah" di Hotel Purnama, Puncak, Kabupaten Bogor, Sabtu–Minggu (4–5/7/2026).

Kegiatan yang diikuti pengurus dan kader WANITA PUI dari berbagai kecamatan di Kabupaten Bogor ini bertujuan memperkuat kualitas kader, meningkatkan kapasitas majelis taklim, serta memperkokoh peran muslimah dalam dakwah, pendidikan, dan pemberdayaan umat di tengah pesatnya perkembangan era digital.

Wakil Ketua WANITA PUI Kabupaten Bogor, Hj. Tati Hatati Akbar, mengatakan pembinaan kader merupakan investasi jangka panjang organisasi dalam mencetak muslimah yang berilmu, berakhlak, serta memiliki komitmen kuat dalam perjuangan dakwah.

"Majelis taklim harus menjadi pusat pembinaan umat. Sementara kader WANITA PUI harus mampu menjadi teladan di tengah keluarga dan masyarakat melalui ilmu, akhlak, serta semangat pengabdian," ujarnya saat membuka kegiatan.

Pada sesi pertama, H. Nazar Haris, Wakil Ketua Majelis Syuro PUI, menyampaikan materi bertajuk "Ghuzwul Fikri, Sadar Ideologi, Perang Pemikiran di Era Media Sosial."

Ia menjelaskan bahwa tantangan umat Islam saat ini tidak hanya datang dari kehidupan nyata, tetapi juga melalui ruang digital yang dipenuhi berbagai arus informasi dan ideologi.

Menurutnya, kader PUI harus memiliki ketahanan ideologi, kemampuan menyaring informasi, serta kecakapan digital agar tidak mudah terpengaruh oleh pemikiran yang bertentangan dengan nilai-nilai Islam.

Sementara itu, materi kedua disampaikan oleh H. Samsi Akbar Aflah, Anggota Majelis Syuro PUI, dengan tema "Meneguhkan Intisab, Menggerakkan Ishlah."

Dalam pemaparannya dijelaskan bahwa Intisab merupakan ruh perjuangan Persatuan Ummat Islam (PUI) yang diwariskan pendiri PUI, KH. Abdul Halim, sebagai landasan penguatan tauhid, pembentukan karakter, dan komitmen pengabdian kepada umat.