DEPOK – Bursa pemilihan Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Depok menjelang Musyawarah Kota (Mukota) 2026 semakin dinamis. Di tengah berbagai dinamika organisasi yang masih menjadi perhatian publik, advokat sekaligus pengusaha Dr. (c) Andi Tatang Supriyadi, S.E., S.H., M.H., CPL., CPM. menyatakan kesiapannya maju dalam kontestasi dengan menyiapkan anggaran hingga Rp1 miliar sebagai bagian dari kebutuhan proses pencalonan.

Pernyataan tersebut disampaikan Andi Tatang Supriyadi pada Senin (6/7/2026). Menurutnya, kesiapan anggaran merupakan bentuk keseriusan untuk mengikuti seluruh tahapan organisasi sekaligus membangun konsolidasi dengan para pelaku usaha dan pemegang hak suara di lingkungan Kadin Kota Depok.

"Saya telah menyiapkan anggaran sekitar Rp1 miliar untuk proses pencalonan Ketua Kadin Kota Depok. Ini merupakan bentuk keseriusan saya untuk mengikuti mekanisme organisasi secara terbuka, profesional, dan sesuai aturan yang berlaku," ujar Andi Tatang, yang akrab disapa Bang Tatang.

Bang Tatang menegaskan, pencalonannya bukan semata-mata untuk meraih jabatan, melainkan membawa gagasan baru agar Kadin Kota Depok menjadi organisasi yang lebih kuat dalam memperjuangkan kepentingan dunia usaha, khususnya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), pengusaha muda, serta investor yang ingin berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.

Menurutnya, Kadin harus mampu menjalankan peran sebagai mitra strategis pemerintah dalam menciptakan iklim investasi yang sehat, memperluas kesempatan kerja, serta meningkatkan daya saing pelaku usaha lokal di tengah tantangan ekonomi yang semakin kompetitif.

"Yang dibutuhkan Kadin ke depan bukan hanya kepemimpinan administratif, tetapi kepemimpinan yang mampu menghadirkan program nyata, membuka peluang investasi, memperkuat jaringan bisnis, dan menjadi rumah besar bagi seluruh pengusaha," katanya.

Pernyataan tersebut menambah dinamika persaingan menuju Mukota Kadin Kota Depok 2026. Sejumlah nama lain sebelumnya juga dikabarkan masuk dalam bursa calon ketua, sehingga kontestasi diperkirakan akan berlangsung kompetitif.

Di sisi lain, pelaksanaan Mukota masih menjadi perhatian berbagai kalangan menyusul dinamika internal organisasi yang sempat mencuat terkait tahapan penyelenggaraan dan legitimasi kepengurusan. Meski demikian, para kandidat diharapkan tetap mengedepankan mekanisme organisasi sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Kadin Indonesia.

Dengan munculnya komitmen pendanaan sebesar Rp1 miliar dari Andi Tatang Supriyadi, peta persaingan menuju Mukota 2026 diperkirakan semakin terbuka. Kalangan pelaku usaha kini menantikan siapa saja kandidat yang akan resmi mendaftarkan diri, sekaligus menunggu visi, misi, dan program yang ditawarkan untuk membawa Kadin Kota Depok menjadi organisasi yang lebih profesional, inklusif, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan ekonomi daerah.