BOGOR, (TB) - PT Aneka Tambang Tbk (ANTAM) menegaskan bahwa informasi yang beredar di media sosial maupun sejumlah pemberitaan terkait dugaan ledakan di area tambang serta klaim ratusan orang terjebak di dalam tambang tidak benar atau hoaks.
Corporate Secretary PT Aneka Tambang Tbk, Wisnu Danandi, menyampaikan bahwa konten yang beredar tidak sesuai dengan kondisi di lapangan.
“Informasi yang beredar di media sosial maupun beberapa pemberitaan terkait adanya ledakan di area tambang serta klaim ratusan orang terjebak di dalam tambang adalah tidak benar (hoaks),” ujar Wisnu dalam keterangan resminya, Rabu (14/01)
Wisnu menjelaskan, video yang beredar merupakan dokumentasi penanganan kondisi teknis di area tambang bawah tanah yang telah diantisipasi dan ditangani sesuai dengan prosedur keselamatan dan standar operasional perusahaan.
Penanganan tersebut, lanjut Wisnu, mencakup pengaturan ventilasi serta pengamanan area kerja guna memastikan seluruh aktivitas tambang berjalan aman dan terkendali.
“Tidak terdapat kejadian ledakan dan tidak ada karyawan ANTAM yang terjebak di dalam area tambang. Seluruh karyawan berada dalam kondisi aman dan kegiatan operasional berjalan normal,” tegasnya.
ANTAM menegaskan bahwa keselamatan dan kesehatan kerja (K3) menjadi prioritas utama dalam setiap kegiatan operasional. Perseroan juga menerapkan pengendalian risiko secara ketat serta prinsip good mining practice dalam menjalankan usaha pertambangan.
Selain itu, ANTAM terus berkoordinasi dengan aparat serta pemangku kepentingan terkait untuk memastikan situasi di area operasional tetap aman dan kondusif.
Wisnu mengimbau masyarakat agar tidak mudah mempercayai dan menyebarluaskan informasi yang belum terverifikasi, serta selalu merujuk pada informasi resmi yang disampaikan oleh perusahaan maupun pihak berwenang. (Red)