BOGOR - Polemik dugaan pemotongan anggaran Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3TGAI) di Kecamatan Jasinga memicu reaksi keras dari Ketua Pengurus Anak Cabang (PAC) Partai Gerindra Kecamatan Jasinga, Rahmat Mulyana.
Ia menegaskan bahwa Partai Gerindra tidak memiliki keterlibatan dalam dugaan praktik tersebut dan mengecam tindakan oknum yang mengatasnamakan partainya.
Rahmat Mulyana, yang akrab disapa Pamatuk, mengaku merasa dirugikan setelah beredarnya informasi di media sosial, khususnya TikTok, yang menyebut adanya pemotongan anggaran P3TGAI sebesar 30 persen dengan membawa nama Partai Gerindra.
"Saya merasa dirugikan karena persoalan ini menyangkut kredibilitas Partai Gerindra. Ada oknum yang mengatasnamakan partai, padahal bukan bagian dari struktur kepengurusan Gerindra di Kecamatan Jasinga," kata Rahmat, Kamis (16/7/2026).
Ia merujuk pada tayangan akun TikTok LTVN (Lensa TV News) yang diunggah pada Selasa (14/7/2026), yang menyoroti dugaan pemotongan dana P3TGAI di Desa Barengkok. Dalam tayangan tersebut disebutkan seorang bernama Nurul diduga mengatasnamakan Partai Gerindra.
Rahmat menegaskan akan menelusuri identitas oknum tersebut. Menurutnya, tindakan membawa nama partai tanpa kewenangan telah mencoreng nama baik organisasi yang selama ini dibangun oleh para kader.
"Kami akan mencari orang tersebut. Yang bersangkutan bukan pengurus struktural Partai Gerindra, tetapi telah mencatut nama partai sehingga menimbulkan persepsi negatif di masyarakat," tegasnya.
Ia juga menilai dugaan tersebut bertentangan dengan komitmen Ketua Umum Partai Gerindra sekaligus Presiden RI, Prabowo Subianto, yang terus mendorong pemberantasan korupsi dan penguatan tata kelola pemerintahan yang bersih.
Rahmat menyampaikan apresiasi kepada media yang terus mengawal pelaksanaan program P3TGAI. Menurutnya, pengawasan publik penting dilakukan mengingat program tersebut bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).