BOGOR — Harapan petani di Desa Kalongliud, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, akhirnya mulai kembali tumbuh setelah hampir lima tahun terhenti akibat krisis air.
Aliran irigasi Cibongas yang sempat lumpuh sejak bendung jebol pada 2020, kini mulai kembali mengaliri lahan persawahan warga. Kondisi ini membuka peluang bagi petani untuk kembali menggarap sawah yang lama terbengkalai.
Salah satu petani, Akey, mengaku selama bertahun-tahun lahan miliknya tidak bisa ditanami karena ketiadaan air.
“Dulu benar-benar kering, tidak bisa ditanami apa-apa. Sekarang sudah mulai ada air lagi,” ujarnya, Sabtu (11/4/2026).
Kepala Desa Kalongliud, Jani Nurjaman, membenarkan bahwa aliran air irigasi sudah kembali dimanfaatkan oleh kelompok tani, khususnya Poktan Sukamaju dan Poktan Cempaka Pasir Benteng.
Meski pembangunan bendung belum sepenuhnya selesai, debit air yang mengalir dinilai sudah cukup untuk menghidupkan kembali aktivitas pertanian di wilayah tersebut.
“Ini kabar baik bagi petani. Sawah yang sebelumnya tidak tergarap sekarang mulai bisa dimanfaatkan lagi,” kata Jani.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Bogor yang telah mendorong perbaikan infrastruktur irigasi, sehingga berdampak langsung pada pemulihan ekonomi masyarakat desa.
Seperti diketahui, kerusakan bendung di Daerah Aliran Sungai Cikaniki sejak 2020 sempat melumpuhkan sektor pertanian di kawasan tersebut. Kondisi ini bahkan membuat sebagian petani terpaksa beralih profesi atau membiarkan lahannya tidak produktif.