BOGOR – Program Rumah Belajar Gerakan Ramah Lingkungan untuk Mendukung Ketahanan Pangan (GARITAN) yang dijalankan melalui Corporate Social Responsibility (CSR) PT Aneka Tambang (Antam) Tbk UBPE Pongkor terus menunjukkan dampak nyata bagi masyarakat Desa Kalongliud, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor.

Program yang diresmikan pada 22 Juli 2025 tersebut kini mulai memberikan hasil, baik dari sisi peningkatan produksi pertanian maupun penguatan ekonomi desa.

Pada tahun 2026, kelompok tani setempat mengembangkan komoditas tomat di lahan seluas sekitar dua hektare, serta tetap membudidayakan cabai merah besar di lahan seluas satu hektare.

Kepala Desa Kalongliud, Jani Nurjaman, mengungkapkan panen perdana tomat telah dilakukan pada Senin (20/4/2026) dengan hasil mencapai sekitar 7 hingga 8 kuintal dari dua lokasi lahan.

“Di satu lokasi menghasilkan sekitar 1 kuintal, sementara di lokasi lain yang hampir satu hektare mencapai sekitar 6 kuintal,” ujar Jani, Kamis (23/4/2026).

Ia menambahkan, pada tahun sebelumnya, desa berhasil memanen cabai merah besar sebanyak 13 ton dari lahan seluas satu hektare. Hasil tersebut turut meningkatkan pendapatan asli desa.

Menurut Jani, program GARITAN tidak hanya berfokus pada sektor hortikultura, tetapi juga membuka peluang kerja bagi masyarakat, khususnya generasi muda yang tergabung dalam Kelompok Tani Taruna Muda.

“Mayoritas yang terlibat adalah anak-anak muda. Ini menjadi peluang kerja sekaligus meningkatkan keterampilan mereka di sektor pertanian,” jelasnya.

Selain sektor pertanian, Desa Kalongliud juga mengembangkan peternakan domba dan budidaya perikanan, khususnya ikan mas, sebagai bagian dari program ketahanan pangan berkelanjutan.