CIBINONG - Pemerintah Kabupaten Bogor melalui Dinas Lingkungan Hidup melakukan kegiatan ngalokat cai melalui penebaran 10.000 indukan dan benih ikan di telaga saat kegiatan ini dalam rangka Hari Lingkungan Hidup Sedunia sekaligus menjadi rangkaian peringatan Hari Jadi Bogor ke-544 tahun.

Ngalokat cai merupakan komitmen Pemerintah Kabupaten Bogor bersama masyarakat sebagai upaya dalam menjaga dan melestarikan lingkungan hidup dan ekosistem. Selain penebaran benih ikan juga dilakukan penanaman pohon, dan pelepasan burung, serta penaburan eco enzym untuk meningkatkan ekosistem, kualitas air di Titik Nol Ciliwung, Telaga Saat.

Mewakili Bupati Bogor Ajat Rochmat Jatnika menegaskan, sesuai arahan Bupati Bogor Rudy Susmanto telaga saat dipilih karena memang merupakan langkah kedua yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Bogor yang sebelumnya telah dilakukan beberapa langkah terkait dengan menjaga ekosistem air di daerah hilir. Kegiatan ini bertepatan dengan momentum Hari Jadi Bogor (HJB) ke-544.

"Kemarin kita mencoba menangkap ikan sapu-sapu yang ada di area setu-setu di Cibinong maupun memang di sungai-sungai yang ada di hilir, seperti di daerah Gunung Putri, kemudian di lokasi-lokasi lain kita melakukan hal itu. Karena, memang ikan sapu-sapu adalah ikan invasif," ucap Sekda.

Ia mengatakan, Ikan sapu-sapu memang akan memakan ikan-ikan lainnya, sehingga penyebaran ikan lainnya menjadi berkurang karena dimakan oleh ikan sapu-sapu itu sendiri.

Padahal ikan sapu-sapu adalah ikan yang paling kuat yang bisa hidup di area yang kondisi kualitas airnya buruk. Misalnya, limbahnya cukup banyak juga ikan sapu-sapu masih kuat.

Langka kedua Pemkab Bogor ini adalah mencoba melakukan penebaran indukan dan benih ikan di daerah hulu. 

"Kami ingin lakukan penebaran ikan yang sesuai ekosistem dan habitatnya di hulu. Terutama, ikan indukan yang ditebar bukan ikan kecil-kecil, dengan harapan nantinya bisa berkembang biak lalu tumbuh menjadi ikan kecil dan terbawa arus ke daerah hilir seiring dengan aliran air," katanya.

Ajat Rochmat Jatnika menerangkan, langkah ini akan di lakukan terus-menerus, dengan harapan niatnya akan dilakukan disepanjang sungai Ciliwung. Minimal itu akan banyak ikan karena memang ikan indukannya ditebar di daerah hulu.