BOGOR,  (TB) — Dalam rangka memperingati Hari Jadi Bogor ke-543, Pemerintah Kabupaten Bogor melalui Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (Distanhorbun) resmi menggelar Kompetisi Bonsai Nasional untuk pertama kalinya. Acara prestisius ini berlangsung di Lapangan Panahan, Stadion Pakansari, Cibinong, Minggu (1/6), dan dibuka langsung oleh Kepala Distanhorbun, Entis Sutisna, mewakili Bupati Bogor, Rudy Susmanto.

Dalam sambutannya, Entis Sutisna menyampaikan bahwa bonsai bukan sekadar tanaman hias, melainkan sebuah karya seni bernilai tinggi yang sarat makna dan filosofi kehidupan.

“Bonsai mencerminkan nilai-nilai luhur seperti ketekunan, kesabaran, dan kasih sayang. Proses pembentukannya membutuhkan waktu panjang, bahkan bertahun-tahun. Ini mengajarkan bahwa hasil yang indah lahir dari dedikasi tanpa henti,” jelas Entis.

Ia juga menyebut bahwa melalui bonsai, masyarakat tidak hanya mendapatkan nilai estetika, tetapi juga potensi ekonomi tinggi, bahkan hingga bernilai miliaran rupiah.

Lebih jauh, Entis berharap kompetisi ini menjadi langkah awal untuk menjadikan bonsai sebagai bagian dari pengembangan ekonomi kreatif di Kabupaten Bogor, yang pada akhirnya turut meningkatkan kesejahteraan para petani dan masyarakat luas.

“Kami menyambut baik kegiatan ini sebagai salah satu persembahan indah untuk Hari Jadi Bogor. Semoga semangat bonsai bisa menginspirasi kita semua dalam membangun Bogor yang lebih maju dan sejahtera,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Umum Perkumpulan Penggemar Bonsai Indonesia (PPBI), Alex R. Tangkulung, turut hadir dan memberikan apresiasi tinggi kepada PPBI Kabupaten Bogor serta seluruh panitia atas keberhasilan menyelenggarakan pameran nasional ini.

“Ini adalah pencapaian luar biasa. Menyatukan ribuan bonsai dari berbagai daerah dalam kondisi terbaik bukan hal mudah. Semangat dan kekompakan panitia patut diacungi jempol,” tuturnya.

Kompetisi ini mendapat antusiasme besar dari para pecinta bonsai di seluruh Indonesia. Selain sebagai ajang seni dan apresiasi budaya, kegiatan ini juga membuka peluang besar untuk pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif berbasis pertanian di Kabupaten Bogor. (Sto)

A
Penulis: AdminTb