BOGOR – Pemerintah Kabupaten Bogor memanfaatkan momentum Hari Jadi Bogor (HJB) ke-544 untuk menghidupkan kembali jejak sejarah perjuangan daerah melalui kegiatan Napak Tilas Sejarah Kabupaten Bogor yang digelar pada Selasa (2/6/2026).
Kegiatan yang dipimpin langsung Wakil Bupati Bogor Ade Ruhandi atau yang akrab disapa Jaro Ade tersebut diikuti ratusan peserta dari unsur pemerintah daerah, komunitas sejarah, organisasi masyarakat, hingga para pemangku kepentingan lainnya.
Rombongan menelusuri jalur bersejarah yang diyakini pernah dilalui Bupati Bogor pertama, Raden Ipik Gandamana, ketika mempertahankan jalannya pemerintahan Kabupaten Bogor pada masa agresi militer dan situasi darurat pascakemerdekaan.
Perjalanan dimulai dari Ex Pendopo Kawedanaan Jasinga dan berakhir di Pendopo Malasari, Kecamatan Nanggung, yang dikenal sebagai salah satu pusat pemerintahan darurat Kabupaten Bogor pada masa perjuangan.
Wakil Bupati Bogor, Jaro Ade, mengatakan kegiatan napak tilas ini bukan sekadar perjalanan mengenang masa lalu, tetapi juga upaya melengkapi literasi sejarah Kabupaten Bogor yang selama ini belum banyak diketahui masyarakat.
“Selama ini masyarakat hanya mengenal Malasari sebagai tempat perjuangan Raden Ipik Gandamana. Padahal sebelum sampai ke sana, ada perjalanan panjang yang penuh perjuangan dan memiliki nilai sejarah yang sangat penting untuk diketahui generasi sekarang,” ujar Jaro Ade.
Menurutnya, banyak fragmen sejarah yang belum terdokumentasikan secara utuh sehingga perlu ditelusuri kembali agar tidak hilang ditelan zaman.
“Napak tilas ini menjadi ikhtiar kita untuk merangkai kembali jejak sejarah Kabupaten Bogor. Kita ingin generasi muda memahami bagaimana para pendahulu mempertahankan pemerintahan daerah di tengah situasi yang sangat sulit pada masa itu,” katanya.
Sepanjang perjalanan, peserta melintasi sejumlah wilayah yang memiliki nilai historis, di antaranya Kampung Ciparengpeng, Kampung Cijairin, Kampung Ciear di Desa Cileuksa, hingga Kampung Jamang di Desa Cisarua, Kecamatan Sukajaya.