BOGOR – Realisasi pengadaan barang dan jasa pada Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Bogor Tahun Anggaran 2026 mulai bergulir. Berdasarkan data monitoring pengadaan, terdapat 38 paket pekerjaan dengan nilai total mencapai Rp5.928.023.899 yang mayoritas menggunakan metode E-Purchasing melalui e-Katalog dan bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Dari puluhan paket yang tercatat, kelompok belanja barang untuk diserahkan kepada masyarakat menjadi komponen dengan nilai anggaran terbesar.

Salah satu paket dengan nilai tertinggi tercatat mencapai Rp1.042.298.080 yang dikerjakan oleh penyedia Tritunggal Sejahtera dan masih berstatus on process. Sementara paket lainnya senilai Rp357.813.606 dikerjakan oleh Jaya Wiguna Sakti dengan status yang sama.

Selain itu, terdapat paket belanja barang yang akan diserahkan kepada masyarakat senilai Rp266.699.700 yang dikerjakan oleh Raja Bangun Cipta.

Penyedia yang sama juga tercatat mengerjakan paket Belanja Natura dan Pakan pada UPT Balai Kesejahteraan Sosial senilai Rp550.644.146, serta paket Belanja Bahan Cetak senilai Rp415.473.000.

Selain belanja bantuan kepada masyarakat, data pengadaan juga memperlihatkan sejumlah paket kebutuhan operasional, mulai dari pengadaan komputer, bahan komputer, bahan cetak, suvenir, makanan dan minuman jamuan tamu, hingga kegiatan rapat dengan skema fullboard meeting.

Meski seluruh transaksi dilakukan melalui mekanisme E-Purchasing yang secara regulasi bertujuan meningkatkan transparansi dan efisiensi, pola belanja tersebut masih menyisakan sejumlah pertanyaan yang layak mendapat penjelasan kepada publik.

Pertama, bagaimana Dinas Sosial Kabupaten Bogor menyusun perencanaan kebutuhan sehingga terdapat beberapa paket dengan objek pengadaan yang relatif serupa namun dikerjakan oleh penyedia yang berbeda.

Kedua, bagaimana dasar penentuan spesifikasi, volume, dan jumlah barang yang akan diserahkan kepada masyarakat, mengingat kelompok belanja tersebut menjadi penyerap anggaran terbesar dalam realisasi pengadaan tahun ini.