BOGOR – Di tengah meningkatnya kekhawatiran terhadap kesehatan mental anak serta masih terbatasnya akses layanan pendidikan usia dini, Grit Prospera Group (GPG) mengambil langkah konkret dengan menghadirkan fasilitas Kids Enrichment Center di Kota Bogor.
Inisiatif ini dijadwalkan resmi diluncurkan pada 2 Mei 2026, bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional. Program tersebut menyasar anak usia 3 hingga 10 tahun sebagai kelompok yang dinilai membutuhkan ruang tumbuh kembang yang lebih terstruktur dan berkualitas.
VP Public Affairs & Communication GPG, Rio Djauhari, menegaskan bahwa kehadiran fasilitas ini merupakan respons terhadap kesenjangan nyata layanan anak di kota-kota sekunder.
“Bogor memiliki jumlah anak usia dini yang besar, namun belum didukung fasilitas pengembangan yang memadai. Kami ingin sektor swasta hadir sebagai bagian dari solusi nyata,” ujarnya.
Langkah ini menjadi relevan di tengah implementasi Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 (PP TUNAS) yang menekankan perlindungan anak dalam ekosistem digital, serta meningkatnya perhatian terhadap kesehatan mental anak.
Data Kementerian Kesehatan awal 2026 menunjukkan hampir 10 persen anak mengalami indikasi gangguan kesehatan jiwa. Sementara itu, Angka Partisipasi Kasar (APK) PAUD nasional baru mencapai 36 persen, yang berarti mayoritas anak usia dini belum mendapatkan layanan pendidikan optimal.
Kondisi tersebut menjadi alarm bahwa intervensi tidak bisa hanya bertumpu pada pemerintah, melainkan membutuhkan kolaborasi lintas sektor, termasuk dunia usaha.
GPG, yang sebelumnya dikenal bergerak di sektor properti, energi, dan infrastruktur, kini memperluas peran dengan masuk ke sektor pengembangan anak. Bogor dipilih sebagai kota percontohan dengan target replikasi ke berbagai kota berkembang lainnya.
“Standar layanan pengembangan anak tidak boleh hanya terpusat di kota besar. Kota sekunder juga berhak mendapatkan akses yang sama,” tegas Rio.