PARUNGPANJANG, (TB) – Belakangan ini penyaluran BPNT di Kecamatan Parungpanjang diterpa isu miring berkaitan dengan Agen Bodong dan Monopoli sembako serta Mark-up harga.

Berdasarkan Pasal 1 angka 2 Permensos Nomor 20 Tahun 2019 disebutkan bahwa e-warong adalah agen bank, pedagang dan/atau pihak lain yang telah bekerja sama dengan Bank Penyalur dan ditentukan sebagai tempat penarikan/pembelian bantuan sosial oleh penerima bantuan sosial bersama Bank Penyalur.

Lebih lanjut dalam Pedoman Umum Program Sembako Tahun 2020 disebutkan bahwa E-warong (elektronik warung gotong royong) adalah agen bank, pedagang dan/atau pihak lain yang telah bekerja sama dengan bank penyalur dan ditentukan sebagai tempat pembelian bahan pangan oleh KPM, yaitu usaha mikro, kecil, dan koperasi, pasar tradisional, warung, toko kelontong, e-warung KUBE, warung desa, rumah pangan kita (RPK), agen laku pandai, agen layanan keuangan digital yang menjual bahan pangan, atau usaha eceran lainnya. Dan hal inipun sesuai amanat dari Permensos Nomor 20 Tahun 2019 dan Pedoman Umum Program Sembako Tahun 2020.

Isu Miring tersebut ternyata berbanding terbalik dengan pernyataan yang disampaikan oleh para Agen E-waroeng dan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dan dikuatkan dengan pernyataan dari Kesra masing-masing Desa.

Dari penelusuran awak media dilapangan,didapati keterangan dari Agen-agen E-waroeng serta KPM yang ada di kecamatan Parungpanjang yang menjelaskan,bahwa Agen E-waroeng selama ini bebas untuk belanja dan membeli produk bahan pangan di manapun.

Untuk Bahan Pangan beras didapati keterangan sedikitnya ada 4 penyedia beras yaitu :
1. PT Kencana Arta Raya
2. PT Sinar Padi Sentosa
3. UD. Hasil Padi Putra
4. CV. Kholipah
5. CV. Malaya Adi Kara

Sedangkan untuk bahan pangan lainya, Agen berbelanja di Pasar Tradisional dan Pasar Induk. Ada juga Agen yang menampung bahan pokok seperti Ayam dan lainya dari Kelompok KPM yang sudah berdikari yang ada dilingkungan tersebut.

Dikatakan oleh Agen Cep Hendra (Arif Irawan Setia Putra) agen E-waroeng Desa Kabasiran, dirinya membeli ayam dari Peternak lokal yang ada di Kabasiran .

“Saya kalo untuk komoditi ayam beli di peternak lokal yang ada dilingkungan sini,bahkan terkadang ada dari kelompok KPM juga menjual komoditi ke kami ,seperti komoditi kacang atau lainya dan untuk beras sy gak tentu, kadang di PT KAR kadang di CV Kholipah dan kadang juga di UD Hasil Padi Putra” ungkapnya