DEPOK – Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026 menjadi momentum untuk memperkuat perhatian terhadap pembangunan generasi muda Indonesia. Ketua Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI), Dr. Karlina, menegaskan bahwa dunia usaha memiliki peran strategis dalam mendukung tumbuh kembang anak sebagai calon sumber daya manusia (SDM) yang akan menentukan masa depan bangsa dan dunia usaha.
Menurut Karlina, anak-anak Indonesia harus dipersiapkan menjadi generasi yang sehat, berpendidikan, berakhlak baik, berkarakter kuat, serta mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi, ekonomi, dan sosial yang terus berubah.
"Anak-anak adalah aset bangsa yang akan melanjutkan dan mengembangkan dunia usaha di masa depan. Karena itu mereka harus tumbuh menjadi SDM yang berkualitas dan siap menghadapi berbagai tantangan," ujarnya, Kamis (23/7/2026).
Karlina menilai investasi terhadap anak harus dimulai sejak dini, mulai dari masa kehamilan hingga pendidikan dan pembentukan karakter. Selain unggul secara akademik, generasi muda juga harus memiliki integritas, kreativitas, dan kemampuan beradaptasi agar mampu bersaing di tingkat global.
Ia juga mendorong dunia usaha untuk berkontribusi lebih besar melalui kebijakan perusahaan yang ramah keluarga, seperti memberikan dukungan bagi pekerja yang sedang hamil atau memiliki anak yang membutuhkan perhatian khusus. Selain itu, perusahaan dapat menyediakan fasilitas pendukung, seperti ruang bermain dan penitipan anak, serta mengoptimalkan program Corporate Social Responsibility (CSR) untuk bidang pendidikan, kesehatan, dan perlindungan anak.
Menurut Karlina, keberhasilan membangun generasi unggul membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, keluarga, masyarakat, dunia pendidikan, dan dunia usaha.
"Pembangunan anak adalah investasi jangka panjang. Jika semua pihak berperan aktif, Indonesia akan memiliki generasi yang cerdas, berkarakter, adaptif, dan mampu membawa bangsa menjadi lebih maju di masa depan," pungkasnya.