BOGOR – Warga di Kampung Curug RW 09, Kampung Gunung Batu RW 11, dan Kampung Garyngsang RW 05, Desa Bojong Koneng, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, mengeluhkan belum adanya penanganan permanen pasca pergeseran tanah yang merusak rumah-rumah warga sejak 2025 lalu.
Sebagian rumah warga dilaporkan mengalami kerusakan cukup serius, mulai dari dinding retak, lantai amblas, hingga struktur bangunan yang mulai miring. Warga menilai hingga kini belum ada kepastian terkait realisasi bantuan maupun solusi permanen.
“Dari tahun lalu sampai sekarang belum ada kepastian. Katanya mau direalisasikan bantuan dan penanganan, tapi belum jelas kapan,” ujar salah seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan, Jumat (29/5/2026).
Menurut warga, ancaman pergerakan tanah masih terasa terutama saat hujan deras mengguyur kawasan perbukitan di Babakan Madang. Sebagian warga pun mengaku masih bertahan di rumah yang kondisinya terus mengkhawatirkan.
“Kami bingung harus mengadu ke mana lagi. Kalau hujan besar, warga takut rumah tambah rusak,” kata warga lainnya.
Menanggapi keluhan tersebut, Kepala Dinas Peumahan dan Kawasaan Permukiman Kabupaten Bogor, Eko Mujiarto, menjelaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Bogor telah menyiapkan langkah penanganan bagi warga terdampak.
Ia menyebutkan, sekitar 141 rumah warga yang terdampak langsung bencana diminta untuk sementara menyewa rumah selama 12 bulan, dengan biaya sewa ditanggung oleh Pemerintah Kabupaten Bogor.
“Warga masyarakat yang terkena bencana langsung atau sekitar 141 rumah diminta untuk menyewa rumah selama 12 bulan yang penyewaannya dibiayai oleh Pemda sampai dengan adanya huntap (hunian tetap) yang akan dibangun Pemkab Bogor,” papar Eko melalui keterangan tertulisnya kepada media ini, Jumat 29/05.
Menurutnya, saat ini pemerintah daerah tengah mempersiapkan lahan yang memungkinkan untuk pembangunan hunian tetap bagi masyarakat terdampak.