BOGOR, (TB) – Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, menyatakan dukungan penuh terhadap layanan telemedicine RUMAHKOE yang diperkenalkan oleh Direktur RSUD Kota Bogor, dr. Ilham Chaidir. Inovasi ini dinilai sejalan dengan visi Pemerintah Kota Bogor untuk mempercepat dan mempermudah akses pelayanan kesehatan masyarakat, khususnya pasien jantung.

“Melalui inovasi ini, pasien bisa konsultasi langsung dengan dokter spesialis lewat video call, tanpa harus datang ke rumah sakit. Ini sangat membantu, terutama bagi pasien jantung,” ujar Jenal Mutaqin dalam keterangannya.

Wakil Wali Kota juga menyuarakan harapan agar layanan ini ke depan bisa terintegrasi dengan sistem BPJS Kesehatan, sehingga manfaatnya bisa dirasakan lebih luas oleh masyarakat pengguna jaminan kesehatan nasional.

“Ini inovasi bagus dan harus terus dikembangkan. Teruslah berinovasi, jangan berhenti memberikan yang terbaik untuk masyarakat,” tambahnya.

Turunkan Angka Kematian Pasien Jantung

Targetkan NDR Turun ke 30%**

Layanan RUMAHKOE dirancang khusus untuk meningkatkan kualitas penanganan pasien jantung. Proyek ini menargetkan penurunan angka kematian pasien (Net Death Rate/NDR) di ruang ICVCU RSUD Kota Bogor dari 36% menjadi 30% dalam dua tahun. Selain itu, waktu tunggu layanan pasien juga ditargetkan berkurang signifikan, dari 2 jam 49 menit menjadi 60 menit—sesuai standar pelayanan BPJS.

Direktur RSUD Kota Bogor, dr. Ilham Chaidir, menjelaskan bahwa layanan telemedicine ini akan memudahkan pasien, terutama yang tinggal jauh dari rumah sakit. Layanan RUMAHKOE juga terintegrasi dengan aplikasi Palma, sehingga tak menambah biaya tambahan bagi pasien umum.

“Dasar hukum telemedicine sudah ada. Tapi untuk implementasi maksimal, dibutuhkan regulasi yang lebih spesifik,” ungkap dr. Ilham.

Halaman:
A
Penulis: AdminTb