CIBINONG – Bupati Bogor Rudy Susmanto menegaskan komitmen kuat Pemerintah Kabupaten Bogor dalam mempercepat penanganan sampah secara terpadu dari hulu hingga hilir, sejalan dengan Gerakan Nasional Indonesia Aman, Sehat, Resik, dan Indah (ASRI) yang dicanangkan Presiden Republik Indonesia.
Penegasan itu disampaikan Rudy saat mendampingi Menteri Lingkungan Hidup (LH) Hanif Faisol Nurofiq dalam kegiatan Car Free Day di Cibinong, Ahad (15/2/2026). Kehadiran pemerintah pusat dinilai menjadi penguat langkah percepatan yang tengah disiapkan Pemkab Bogor.
Rudy menyatakan, sebagai daerah dengan jumlah penduduk sekitar 6 juta jiwa, Kabupaten Bogor memiliki tantangan besar dalam pengelolaan sampah. Namun di sisi lain, Bogor juga memiliki posisi strategis sebagai hulu sejumlah sungai besar, termasuk Sungai Ciliwung, yang berdampak langsung terhadap wilayah hilir.
“Bogor ini istimewa. Beberapa hulu sungai besar ada di Kabupaten Bogor. Maka menjaga kebersihan dan pengelolaan sampah di hulu bukan hanya untuk kepentingan Bogor, tetapi juga untuk Jawa Barat,” tegas Rudy.
Menurutnya, penanganan sampah tidak bisa lagi bersifat parsial atau sekadar administratif. Diperlukan kepemimpinan yang mampu menggerakkan seluruh elemen, mulai dari perangkat daerah, aparat, hingga masyarakat.
Rudy memastikan Pemkab Bogor siap memperkuat tata kelola persampahan sesuai amanat Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 dan Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2025, sekaligus mendorong perubahan perilaku masyarakat sebagai langkah awal dari hulu.
“Kabupaten Bogor siap mempercepat penanganan sampah secara komprehensif. Dengan dukungan pemerintah pusat, TNI–Polri, dan seluruh elemen masyarakat, kita bergerak bersama agar lingkungan Bogor lebih bersih dan berkelanjutan,” ujarnya.
Sementara itu, Menteri LH Hanif Faisol Nurofiq mengingatkan bahwa kondisi tempat pembuangan akhir (TPA) di Indonesia rata-rata telah berusia 17 tahun dan berpotensi mengalami kelebihan kapasitas pada 2028. Dalam kerangka RPJMN, penyelesaian persoalan sampah ditargetkan tuntas pada 2029.
Namun bagi Rudy, tantangan tersebut justru menjadi momentum untuk memperkuat peran Bogor sebagai daerah penyangga sekaligus penjaga ekosistem wilayah hilir.