BOGOR - PT Antam Tbk UBPE Pongkor bersama Pemerintah Desa Kalongliud, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, memperkuat sinergi pengembangan ketahanan pangan dan lingkungan melalui Focus Group Discussion (FGD) Program Pengembangan GARITAN, Rabu (6/5/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Rumah Belajar GARITAN itu melibatkan kelompok tani se-Desa Kalongliud serta sejumlah pemangku kepentingan lainnya untuk menyusun arah program berbasis kebutuhan masyarakat.
Kepala Desa Kalongliud, Janji Nurjaman mengatakan, forum tersebut menjadi ruang menyamakan persepsi sekaligus menjaring data dan aspirasi langsung dari para petani terkait persoalan pertanian, lingkungan, dan sosial masyarakat.
“FGD ini menjadi langkah awal untuk memetakan persoalan sekaligus potensi di tiap wilayah kelompok tani. Dari hasil diskusi dan angket yang diisi peserta, kami menyusun rencana program prioritas yang akan dilaksanakan tahun ini,” ujar Jani dalam keterangannya, Kamis (7/5/2026).
Salah satu program prioritas yang disepakati ialah pengadaan agen pupuk di Desa Kalongliud. Selama ini, kebutuhan pupuk petani masih bergantung ke wilayah Desa Pangkaljaya.
Selain itu, Pemerintah Desa Kalongliud juga akan menjalankan program pertanian ramah lingkungan berbasis low carbon farming seluas 50 hingga 100 hektare lahan sawah.
Program tersebut akan dijalankan bersama PT Jejakin dengan dukungan pendanaan dari Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH), Kementerian Keuangan, serta PT Antam Tbk UBPE Pongkor.
“Para petani menyambut baik program ini karena dinilai memberi keuntungan sekaligus mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat,” kata Janji.
Tak hanya fokus pada sektor pertanian, forum tersebut juga menyepakati penguatan pengelolaan sampah berbasis masyarakat melalui pembentukan dan pengembangan bank sampah di tingkat RT dan desa.