BOGOR, (TB) - Wacana pendidikan nasional kerap didominasi oleh pembicaraan tentang sekolah unggulan, inovasi kurikulum, dan capaian akademik di wilayah perkotaan. Namun, realitas pendidikan Indonesia sesungguhnya tidak hanya hidup di pusat-pusat kota. Ia tumbuh dan bergerak di sekolah-sekolah daerah, termasuk di wilayah pinggiran, yang kerap bekerja dalam keterbatasan tetapi sarat dengan ketulusan dan komitmen.

Prestasi SDN Cigudeg 03, Kabupaten Bogor, yang berhasil meraih Penghargaan Raksa Prasada Jawa Barat, menjadi contoh konkret bahwa mutu pendidikan tidak semata ditentukan oleh kelengkapan fasilitas atau lokasi geografis. Lebih dari itu, mutu lahir dari kesadaran kolektif, kepemimpinan sekolah, dan budaya belajar yang dibangun secara konsisten.

Pendidikan sebagai Praktik Nilai

Pendidikan yang bermakna tidak berhenti pada transfer pengetahuan, melainkan menyentuh pembentukan sikap dan karakter. Ketika peserta didik dilibatkan dalam pengelolaan sampah, perawatan lingkungan sekolah, dan pembiasaan perilaku ramah lingkungan, mereka sedang belajar nilai tanggung jawab, disiplin, dan kepedulian sosial secara nyata.

Pendidikan lingkungan hidup dalam konteks ini tidak diposisikan sebagai mata pelajaran tambahan atau kegiatan seremonial. Ia hadir sebagai praktik pendidikan yang hidup, menyatu dalam keseharian warga sekolah. Inilah esensi pendidikan karakter yang sesungguhnya: nilai diajarkan melalui pengalaman, bukan sekadar penjelasan.

Melampaui Keterbatasan Struktural

Sekolah di wilayah pinggiran sering dihadapkan pada tantangan struktural, mulai dari keterbatasan sarana, akses, hingga dukungan anggaran. Namun pengalaman menunjukkan bahwa keterbatasan tidak selalu berbanding lurus dengan rendahnya kualitas.

Justru dalam keterbatasan tersebut, muncul kreativitas, gotong royong, dan kedekatan relasi antara guru, siswa, dan masyarakat sekitar. Modal sosial inilah yang kerap menjadi kekuatan utama sekolah-sekolah daerah dalam membangun budaya positif yang berkelanjutan.

Pendidikan Lingkungan dan Agenda Berkelanjutan