CIBINONG — Pemerintah Kabupaten Bogor mulai mendorong perubahan pola kerja aparatur sipil negara (ASN) agar lebih adaptif, inisiatif, dan berbasis kinerja. Hal ini ditegaskan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika, saat membuka Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) di Megamendung, Selasa (14/4/2026).

Dalam arahannya, Sekda Ajat menyampaikan pesan Bupati Bogor Rudy Susmanto yang menekankan pentingnya reformasi birokrasi berbasis kompetensi. Ia menegaskan, sistem karier ASN kini diarahkan lebih transparan dan tidak lagi dipengaruhi faktor kedekatan.

“Tidak ada lagi istilah orang dekat. Semua diukur dari kinerja. Siapapun punya peluang yang sama selama memiliki kompetensi,” tegas Ajat.

Menurutnya, perubahan ini menjadi langkah penting untuk menciptakan birokrasi yang profesional sekaligus berdampak langsung pada peningkatan kualitas pelayanan publik.

Ajat juga mengingatkan ASN agar mampu beradaptasi dengan ritme kerja pimpinan yang cepat, mengingat keterbatasan waktu dalam menjalankan program pembangunan.

“Kalau tidak bisa mengikuti ritme, kita akan tertinggal. Kuncinya adalah adaptasi dan kesiapan bekerja cepat,” ujarnya.

Lebih jauh, ia menekankan perlunya perubahan pola pikir di kalangan pejabat administrator. ASN diminta tidak lagi bekerja secara pasif dengan menunggu instruksi, melainkan proaktif dalam merespons kebutuhan masyarakat.

“Jangan menunggu disposisi. ASN harus menjadi inisiator, responsif, dan hadir dengan solusi,” katanya.

Peserta PKA, lanjut Ajat, merupakan pilihan yang diharapkan menjadi motor penggerak perubahan di lingkungan Pemkab Bogor. Oleh karena itu, pelatihan ini harus dimaknai sebagai bagian dari investasi peningkatan kualitas sumber daya manusia.