PESAWARAN, (TB) – Ratusan Warga Desa Taman Sari Kecamatan Gedong Tataan, berkumpul di kediaman salah satu tokoh masyarakat setempat.

Kedatangan ahli waris dan paguyuban tanjung kemala, di kediaman Mugiyo (56) di dusun sumber sari III, rapat pemantapan aksi unjuk rasa di badan Pertanahan Nasional (BPN) Provinsi Lampung, serta aksi penutupan akses jalan yang menuju PTPN 7 Way Berulu, yang di rencanakan dilaksanakan hari kamis 25/6/2023.

Dilaksanakan Jum’at malam, rapat musyawarah tersebut, dihadiri oleh Kades Taman Sari Fabian Jaya, Anggota DPRD Pesawaran Supriyadi, ketua Forum Wartawan Kabupaten Pesawaran (FKW-KP) Feri Darmawan, Kordinator Forum Masyarakat Kabupaten Pesawaran Safrudin Tanjung, ketua forum pers independent indonesia korwil pesawaran(FPII) Sufiyawan serta tokoh Masyrakat.

Dalam sambutannya Kepala Desa Taman Sari Fabian jaya menceritakan adanya Ratusan hektar tanah yang dikelola oleh PTPN 7 Way Berulu tidak memiliki Sertifikat HGU. Hal tersebut terungkap saat Manager PTPN7 meminta kepada Kepala Desa untuk dibuatkan Sporadik,

“Permasalahan ini terungkap ketika saya di undang oleh, Manager PTPN 7 Way Berulu Ir. Soegeng Budi Prasongko, meminta saya untuk dibuat surat Seprandik, saya pikir membeli tanah Masyarakat. Beliau mengatakan sporadik itu untuk membuat HGU. Tentu saja saya terkejut, setahu kita tidak mungkin BUMN perusahaan negara mengelola perkebunannya tampa surat” Ujarnya Jum’at (9/6/2023)

“Alasannya HGU Habis, Saya bilang kalau mau memperpanjang sporadik itu ke BPN, bukan membuat sporadik tanah. Klo mau buat sporadik tanah harus ada alasan. Lalu beliau menjawab tolong pak kades di atur bagaimana caranya sporadik jadi. Itu lah awal kenapa PTPN mau membuat sporadik tanah HGU”Terangnya.

Setelah kejadian itu, lanjut Fabian Jaya, dirinya penasaran kenapa PTPN 7 meminta surat sporadik, untuk itu dia meminta temannya yang ada di BPN untuk mengecek HGU tanah milik PTPN7,

“Kemudian saya meminta rekan yang ada di BPN mengecek,kebetulan di Taman sari ada 2 bidang dari 4 bidang, yaitu dusun tanjung kemala 2 dengan luas 329 hektar dan umbul langka 229 hektar. HGU nomor 1 yaitu , 1,544 hektar, 3 bidang, Sidototo, umbul langka sampang, sedangkan tanjung kemala 2 tanah persiapan dan belum bersurat,”katanya.

“Setelah di cek melalui aplikasi survey tanah ku sentuh tanah ku Ternyata surat yang dimiliki PTPN7 Way Berulu hanya 242 hektar. Lalu saya berkirim surat ke BPN Pesawaran untuk pengukuran ulang, sampai tanggal di tentukan BPN nya hadir, pihak PTPN 7 Way Berulu tidak hadir”Imbuhnya