BOGOR, (TB) – Praktek buang air besar sembarangan dan mandi di air sungai masih banyak ditemukan di wilayah Kecamatan Nanggung khususnya wilayah yang masih minim penyediaan sarana air bersih (SAB).
Fakta mengejutkan itu setelah dua Kepala Desa Parakan muncang, Mauludin dan Kepala Desa Kalongliud Jani Nurjaman menyampaikan dalam kegiatan Musrenbang Kecamatan Nanggung, Kamis (13/2/2025).
Menanggapi hal itu, Kepala Puskesmas Kecamatan Nanggung, dr. Baringin Manik mengungkapkan dapat menyebabkan dampak negatif pada kesehatan individu maupun orang lain.
“Ya, itu pasti berbahaya kalau BAB sembarangan, bisa terkontaminasi
ke warga yang lain apalagi air bersihnya tidak bagus tertular lagi,” ungkap Baringin kepada beritasatoe.com dihubungi, Jumat, (14/2/2025).
Menurutnya, salah yang bisa terjadi itu diare.Secara pencegahan dan sosialisasi rutin dilaksanakan Puskesmas mengenai PHBS.
“Kalau kita selalu, dalam kegiatan Posyandu, Pustu, kegiatan di Puskesmas kita selalu sampaikan pentingnya menjaga sanitasi termasuk perilaku hidup bersih dan sehat,” katanya.
Baringin mengaku selama dia menjabat Kapus belum ada laporan kejadian luar biasa akibat hal tersebut.
“Sementara ini enggak ya, masih
kondisional saja memang, diare-nya pun lebih ke salah makan,” jelasnya.
Diberitakan sebelumnya, Dua Kepala Desa Kecamatan Nanggung, kompak suarakan penyediaan sarana air bersih (SAB) yang masih minim di wilayahnya.