DEPOK – Pemerintah Kota Depok terus mempercepat penguatan layanan dasar masyarakat melalui implementasi program Posyandu dengan enam Standar Pelayanan Minimal (SPM). Hingga April 2026, program ini telah memasuki peluncuran ke-5 dan ditargetkan menjangkau seluruh kecamatan pada pertengahan tahun.

Peluncuran terbaru digelar di Posyandu Matahari, Kelurahan Abadijaya, Kecamatan Sukmajaya, Selasa (22/4/2026), dengan melibatkan unsur perangkat daerah, camat, lurah, hingga kader posyandu sebagai ujung tombak pelayanan masyarakat.

Ketua Tim Pembina Posyandu Kota Depok, Siti Barkah Hasanah atau yang akrab disapa Cing Ikah, menegaskan bahwa Posyandu 6 SPM bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan strategi konkret menghadirkan layanan terpadu berbasis kebutuhan warga.

“Ini sudah launching yang kelima. Target kami, pada Juli 2026 seluruh 11 kecamatan di Depok sudah melaksanakan program Posyandu 6 SPM,” ujar Cing Ikah.

Ia menekankan, keberhasilan program ini bergantung pada kolaborasi lintas sektor. Sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terlibat aktif, mulai dari sektor kesehatan, pendidikan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, hingga sosial.

“Sinergi ini penting agar layanan benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat, bukan berjalan sendiri-sendiri,” jelasnya.

Selain penguatan layanan, Cing Ikah juga menyoroti pentingnya pembenahan infrastruktur posyandu. Ia meminta seluruh ketua RW dan lurah segera melaporkan kondisi bangunan, khususnya yang masih menumpang atau belum layak.

“Tahun 2025 sudah dibangun 26 gedung posyandu dari APBD. Ke depan harus dimanfaatkan optimal, bukan hanya untuk layanan kesehatan, tapi juga untuk inovasi masyarakat,” tegasnya.

Ia mencontohkan sejumlah inovasi yang mulai berkembang, seperti pemanfaatan posyandu untuk pengolahan limbah hingga program literasi anak. Model ini diharapkan bisa direplikasi di wilayah lain.