DEPOK — Pemerintah Kota Depok terus mematangkan rangkaian kegiatan Lebaran Depok 2026 dengan menghadirkan program yang tidak hanya meriah, tetapi juga berdampak langsung bagi masyarakat. Salah satunya melalui penyelenggaraan pasar murah yang mengusung kembali tradisi “pasar penghabisan”.
Ketua panitia Lebaran Depok, H. Hamzah, menegaskan bahwa program ini menjadi bagian penting dari upaya menghadirkan manfaat nyata di tengah perayaan budaya tahunan tersebut.
Hal itu disampaikannya usai rapat koordinasi bersama seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkot Depok, Senin (13/4/2026).
“Persiapan pawai budaya Nusantara sudah semakin matang. Peran masing-masing OPD hingga kecamatan sudah dibagi, dan ini juga sudah kami laporkan kepada Wali Kota. Alhamdulillah mendapat dukungan penuh,” ujar Hamzah.
Ia menjelaskan, pawai budaya yang akan digelar pada 9 Mei 2026 itu akan melibatkan berbagai elemen, mulai dari OPD, kecamatan, hingga sekolah-sekolah. Menariknya, tidak hanya siswa, para guru juga akan turut ambil bagian sebagai bentuk kolaborasi lintas sektor.
Namun demikian, Hamzah menekankan bahwa kemeriahan acara harus diimbangi dengan program yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat. Karena itu, pasar murah dihadirkan sebagai solusi konkret.
“Kita ingin menghidupkan kembali suasana pasar penghabisan. Dulu masyarakat berbondong-bondong ke pasar menjelang malam takbiran karena harga lebih terjangkau. Konsep itu kita hadirkan kembali dalam bentuk pasar murah,” jelasnya.
Menurutnya, program ini akan melibatkan berbagai pihak, termasuk dinas terkait, untuk memastikan harga kebutuhan pokok benar-benar lebih murah dan mudah dijangkau masyarakat.
“Kami ingin masyarakat benar-benar merasakan manfaatnya. Ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tapi bentuk kepedulian agar kebutuhan warga bisa terpenuhi dengan harga yang lebih ringan,” tambahnya.