BOGOR – Koalisi Mahasiswa dan Pemuda Ciampea (KOMPAC) menyatakan dukungan penuh terhadap komitmen Bupati Bogor, Rudy Susmanto, dalam memerangi praktik judi online yang dinilai semakin mengancam generasi muda dan kehidupan sosial masyarakat.

Ketua KOMPAC, Fathan Kamal Maulana, menilai judi online bukan sekadar pelanggaran hukum, tetapi telah berkembang menjadi persoalan sosial yang dapat merusak masa depan generasi muda, menghancurkan ekonomi keluarga, serta mengganggu kualitas sumber daya manusia.

"Judi online bukan sekadar pelanggaran hukum, tetapi ancaman terhadap peradaban. Ketika generasi muda mulai menjadikan perjudian sebagai jalan pintas memperoleh keuntungan, sesungguhnya yang dipertaruhkan bukan hanya uang, melainkan masa depan mereka sendiri," ujar Fathan.

Menurutnya, langkah Pemerintah Kabupaten Bogor yang mengedepankan edukasi dan pencegahan patut diapresiasi. Namun upaya tersebut harus dibarengi pengawasan yang konsisten serta kolaborasi seluruh elemen masyarakat, mulai dari pemerintah, aparat penegak hukum, institusi pendidikan, tokoh agama, organisasi kepemudaan, hingga keluarga.

KOMPAC menilai komitmen tersebut sejalan dengan Peraturan Daerah Kabupaten Bogor Nomor 8 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Ketenteraman, Ketertiban Umum, dan Perlindungan Masyarakat yang menempatkan pencegahan penyakit masyarakat sebagai tanggung jawab bersama.

Fathan mengingatkan bahwa perkembangan teknologi membuat praktik perjudian semakin mudah diakses melalui perangkat digital dan banyak menyasar kelompok usia produktif, termasuk pelajar dan mahasiswa.

"Kita sedang menghadapi kejahatan yang tidak lagi hadir dalam bentuk perjudian konvensional, tetapi masuk ke ruang pribadi melalui telepon genggam. Karena itu penanganannya harus adaptif, sistematis, dan melibatkan seluruh lapisan masyarakat," katanya.

KOMPAC juga mengajak generasi muda Kabupaten Bogor untuk meningkatkan literasi digital dan menolak segala bentuk perjudian yang menjanjikan keuntungan instan, tetapi berpotensi menimbulkan kerugian ekonomi, konflik sosial, hingga tekanan psikologis.

Sebagai organisasi kepemudaan, KOMPAC menegaskan perang terhadap judi online tidak bisa dibebankan kepada pemerintah semata, melainkan membutuhkan keterlibatan aktif seluruh masyarakat.