CISARUA – Upaya meningkatkan kualitas pembelajaran sekaligus memperkuat gerakan literasi di Kabupaten Bogor terus dilakukan para kepala sekolah. Salah satunya melalui penerbitan buku bertema kearifan lokal yang digagas Ketua K3S Kecamatan Cisarua, Didi Suwardi, berkolaborasi dengan Kepala SDN Kopo 03 Cisarua, Wawan Sumarwan.
Buku tersebut memuat berbagai ikon dan potensi kearifan lokal yang tersebar di sejumlah kecamatan di Kabupaten Bogor. Karya ini diharapkan menjadi referensi tambahan bagi peserta didik sekaligus sumber bacaan yang memperkaya wawasan masyarakat mengenai kekayaan budaya dan karakter daerahnya.
Didi Suwardi menjelaskan, buku tersebut lahir dari kepedulian terhadap pentingnya mengenalkan nilai-nilai lokal kepada generasi muda. Menurutnya, pembelajaran tidak hanya bertumpu pada materi akademik, tetapi juga harus mengakar pada identitas dan budaya daerah.
“Kami ingin menghadirkan bahan bacaan yang relevan dengan lingkungan peserta didik. Dengan mengenal kearifan lokal, anak-anak akan lebih memahami jati diri daerahnya sekaligus menumbuhkan rasa bangga terhadap Kabupaten Bogor,” ujarnya.
Senada dengan itu, Wawan Sumarwan menambahkan bahwa buku tersebut disusun sebagai bagian dari kontribusi nyata kepala sekolah dalam mendukung gerakan literasi dan penguatan pendidikan karakter.
Meski belum memuat seluruh potensi kearifan lokal di setiap kecamatan, keduanya menegaskan bahwa buku ini merupakan langkah awal. Ke depan, mereka berkomitmen untuk menyempurnakan dan melengkapi materi agar cakupannya lebih komprehensif.
“Kami berharap buku ini dapat memberikan inspirasi dan motivasi, baik bagi peserta didik maupun masyarakat luas. Ini juga menjadi bukti bahwa kepala sekolah tidak hanya menjalankan fungsi manajerial, tetapi juga mampu berkarya dan berinovasi,” tambahnya.
Rencananya, setelah penyempurnaan selesai, buku tersebut akan disampaikan kepada Bupati Bogor sebagai bentuk dukungan terhadap program pemerintah daerah yang mendorong lahirnya karya-karya kreatif dan inovatif di bidang pendidikan.
Inisiatif ini diharapkan menjadi pemantik semangat bagi para pendidik lainnya untuk terus berkarya, memperkuat literasi, serta mengangkat potensi lokal sebagai bagian dari sumber belajar yang kontekstual dan bermakna.