BOGOR – Kondisi jalan lingkungan di Kampung Cipaok Pasir Ku’uk, RT 04/RW 05, Desa Cipicung, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor, memicu tanda tanya besar. Selama bertahun-tahun, akses sepanjang sekitar 500 meter itu belum pernah tersentuh pengaspalan maupun betonisasi.
Kerusakan jalan bukan hanya mengganggu mobilitas warga, tetapi juga berdampak langsung pada keselamatan dan aktivitas ekonomi sehari-hari. Saat musim hujan, jalan berubah menjadi licin dan berlumpur, memaksa warga mencari cara darurat agar tetap bisa melintas.
“Kalau hujan, kami sampai harus menaburkan sekam padi supaya motor tidak tergelincir,” ujar salah satu warga yang meminta identitasnya dirahasiakan, Sabtu (18/4/2026).
Warga mengaku telah berulang kali mengajukan permohonan perbaikan kepada Pemerintah Desa Cipicung. Namun hingga kini, belum ada realisasi maupun kejelasan tindak lanjut dari usulan tersebut.
Kondisi ini mendapat sorotan dari Anggota DPRD Kabupaten Bogor dari Fraksi PKS, H. Fikri. Ia mengaku terkejut atas keluhan warga, mengingat setiap desa secara rutin menerima alokasi anggaran dari berbagai sumber.
“Setiap tahun desa menerima Dana Desa dari pusat, juga bantuan keuangan infrastruktur dari Pemkab yang nilainya bisa mencapai miliaran rupiah. Lalu, ke mana dana itu dialokasikan?” tegasnya.
Fikri memastikan akan menelusuri penggunaan anggaran tersebut, terutama terkait pembangunan infrastruktur dasar yang seharusnya menjadi prioritas.
Sorotan serupa disampaikan pengamat ekonomi dan pembangunan, HR. Kholil Khosasih. Ia menilai lambannya pembangunan jalan desa mencerminkan lemahnya prioritas terhadap kebutuhan dasar masyarakat.
“Ini bukan sekadar soal jalan rusak, tapi soal akses hidup warga. Ketika masyarakat harus mencari solusi sendiri dengan cara darurat, itu menunjukkan ada yang tidak berjalan dalam tata kelola pembangunan,” ujarnya.