DEPOK – Wacana pemerintah pusat untuk mengurangi ketergantungan terhadap impor Liquefied Petroleum Gas (LPG) melalui pengembangan penggunaan kompor listrik atau kompor induksi mulai mendapat perhatian berbagai kalangan. Menanggapi hal tersebut, Ketua Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) Kota Depok, Valdarama Setiawan, menyatakan pihaknya hingga saat ini belum menerima petunjuk teknis maupun informasi resmi terkait implementasi program tersebut di daerah.

Meski demikian, Valdarama menegaskan bahwa Hiswana Migas mendukung setiap kebijakan strategis pemerintah yang bertujuan memperkuat ketahanan energi nasional serta memberikan manfaat bagi masyarakat.

Menurutnya, transformasi energi merupakan langkah jangka panjang yang diperlukan untuk menciptakan sistem energi yang lebih efisien, berkelanjutan, dan mampu mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor energi.

“Pada prinsipnya, setiap program pemerintah yang membawa manfaat bagi masyarakat tentu harus didukung. Kami melihat setiap kebijakan energi memiliki tujuan untuk memperkuat ketahanan nasional dan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat,” ujar Valdarama, Rabu (17/6/2026).

Menanggapi kekhawatiran masyarakat terkait kemungkinan berkurangnya pasokan LPG bersubsidi akibat pengembangan kompor induksi, Valdarama memperkirakan LPG tabung 3 kilogram akan tetap menjadi bagian penting dalam

S
H
Editor: San
Penulis: Heti