DEPOK – Pemerintah Kota Depok memperkuat komitmen menghadirkan layanan kesehatan yang inklusif dengan menyiapkan regulasi khusus berupa Peraturan Wali Kota (Perwal) untuk program operasi bibir sumbing dan langit-langit gratis. Langkah ini bertujuan memastikan layanan tidak lagi bersifat sementara, melainkan menjadi program rutin dengan dukungan anggaran yang jelas setiap tahun.

Wali Kota Depok, Supian Suri, menegaskan bahwa intervensi medis pada kasus bibir sumbing harus dilakukan sedini mungkin agar hasilnya optimal, terutama pada masa emas pertumbuhan anak.

“Untuk bibir sumbing, tindakan ideal dilakukan maksimal usia tiga bulan, sedangkan langit-langit sekitar satu tahun. Jika ditangani tepat waktu, hasilnya jauh lebih baik,” ujarnya saat meninjau layanan di RSUD Anugerah Sehat Afiat (ASA), Tapos, Jumat (17/4/2026).

Menurutnya, Pemkot Depok kini tengah membangun sistem layanan yang lebih terstruktur, termasuk memperkuat pendataan sejak tingkat bawah. Kelurahan dan puskesmas diminta aktif mengidentifikasi kasus agar pasien bisa segera mendapatkan penanganan sesuai standar medis.

Langkah ini juga menjawab tantangan tingginya biaya operasi yang selama ini menjadi kendala utama masyarakat. Untuk satu tindakan operasi, biaya yang dibutuhkan bisa mencapai Rp25 juta hingga Rp32 juta angka yang sulit dijangkau sebagian warga.

Ketua Komisi B DPRD Kota Depok, H. Hamzah, menilai kehadiran Perwal menjadi kunci agar program ini memiliki kepastian hukum sekaligus keberlanjutan anggaran.

“Program ini harus diformalkan supaya tidak berhenti di tengah jalan. Dengan Perwal, layanan bisa menjangkau lebih luas, khususnya masyarakat kurang mampu,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi kolaborasi RSUD ASA dengan lembaga internasional Smile Train yang telah membantu penanganan pasien secara gratis. Hingga kini, tercatat 28 pasien telah mendapatkan tindakan operasi melalui kerja sama tersebut.

“Ini bukti nyata bahwa kolaborasi bisa menghadirkan solusi. Tinggal bagaimana pemerintah memperluas jangkauan agar manfaatnya dirasakan lebih banyak warga,” tambahnya.