DEPOK – Momentum Hari Lahir Pancasila yang diperingati setiap 1 Juni harus menjadi pengingat bagi seluruh masyarakat untuk kembali menghidupkan nilai-nilai kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari. Di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan derasnya arus informasi, Pancasila dinilai tetap menjadi fondasi utama dalam menjaga persatuan, toleransi, dan keharmonisan sosial.
Komandan Kodim 0508/Depok, Kolonel Inf. Ginanjar Wahyutomo, mengatakan Pancasila tidak boleh hanya berhenti sebagai slogan atau materi hafalan semata. Nilai-nilai yang terkandung di dalamnya harus diwujudkan dalam tindakan nyata, mulai dari lingkungan keluarga, masyarakat, hingga kehidupan berbangsa dan bernegara.
“Pancasila harus hidup dalam perilaku sehari-hari. Bukan hanya diucapkan saat upacara atau peringatan seremonial, tetapi menjadi pedoman dalam membangun kehidupan yang rukun, adil, dan saling menghormati,” ujar Ginanjar, Senin (1/6/2026).
Menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari pertumbuhan ekonomi maupun pembangunan fisik, tetapi juga dari kemampuan menciptakan masyarakat yang memiliki kepedulian sosial, semangat gotong royong, serta menjunjung tinggi nilai kemanusiaan.
Karena itu, Kodim 0508/Depok terus mendorong penguatan nilai kebangsaan melalui Program Kampung Pancasila yang telah dikembangkan di sejumlah wilayah Kota Depok. Program tersebut menjadi ruang pembelajaran bagi masyarakat untuk menerapkan nilai toleransi, musyawarah, persatuan, dan gotong royong dalam kehidupan sehari-hari.
“Kampung Pancasila bukan sekadar simbol. Ini adalah upaya membangun ketahanan sosial masyarakat melalui kebersamaan, kepedulian, dan penghormatan terhadap keberagaman,” jelasnya.
Ginanjar menilai program tersebut juga memiliki peran penting dalam membentengi generasi muda dari berbagai pengaruh negatif yang berkembang di era digital. Menurutnya, pemahaman terhadap nilai-nilai Pancasila harus terus diperkuat agar generasi muda mampu menyaring informasi secara bijak tanpa kehilangan identitas kebangsaan.
“Generasi muda harus memahami bahwa Pancasila tetap relevan dengan perkembangan zaman. Teknologi boleh berkembang, tetapi karakter bangsa harus tetap terjaga,” katanya.
Sebagai kota yang dihuni masyarakat dengan latar belakang suku, agama, dan budaya yang beragam, Depok dinilai menjadi miniatur Indonesia yang membutuhkan komitmen bersama untuk menjaga keharmonisan sosial.