TANGERANG – Seorang wartawan media online Barometer Indonesia News berinisial MT diduga menjadi korban penganiayaan saat menjalankan tugas jurnalistik terkait investigasi dugaan peredaran obat keras golongan G di wilayah Kampung Lebak Sari, Desa Mekarsari, Kecamatan Cisauk, Kabupaten Tangerang, Minggu (12/7/2026) malam.

Akibat insiden tersebut, korban dilaporkan mengalami sejumlah luka di beberapa bagian tubuh. Berdasarkan keterangan yang diperoleh, MT mengalami memar pada wajah, kepala, jari tangan kiri, pergelangan tangan, siku, pundak kiri, hingga punggung kaki kanan. Selain itu, terdapat luka bakar pada punggung tangan kanan yang diduga akibat sundutan rokok.

Peristiwa tersebut telah dilaporkan kepada pihak kepolisian dan tercatat dalam Laporan Polisi Nomor: LP/B/123/VI/2026/SPKT/Polsek Cisauk/Polres Tangerang Selatan/Polda Metro Jaya.

Berdasarkan keterangan korban, kejadian bermula sekitar pukul 19.30 WIB saat dirinya bersama sejumlah rekan mendatangi lokasi untuk melakukan konfirmasi atas informasi masyarakat terkait dugaan peredaran obat keras golongan G, seperti Tramadol dan Eximer.

Saat berada di lokasi, MT mengaku bertemu dengan seorang pria bernama Aziz yang disebut berkaitan dengan informasi yang sedang ditelusuri. Setelah proses komunikasi berlangsung, Aziz menyampaikan bahwa ada anggota keluarganya yang ingin bertemu dengan rombongan wartawan.

Beberapa saat kemudian, seorang pria bernama Nana datang dan menanyakan identitas serta tujuan kedatangan mereka. Setelah mengetahui bahwa mereka berasal dari media, situasi disebut mulai berubah.

Menurut pengakuan korban, pria tersebut kemudian diduga menghubungi sejumlah orang menggunakan alat komunikasi handy talky (HT). Tidak lama kemudian, beberapa orang datang ke lokasi dan mengepung rombongan wartawan.

Korban menuturkan suasana semakin memanas hingga muncul dugaan ancaman menggunakan senjata tajam. Dalam kondisi tersebut, dua rekan korban berhasil menyelamatkan diri, sementara MT tertinggal di lokasi.

MT mengaku kemudian menjadi sasaran pengeroyokan oleh sejumlah orang yang berada di lokasi kejadian. Akibatnya, ia mengalami luka-luka dan harus mendapatkan penanganan medis.