BOGOR - Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Bogor bersama Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) menggelar Sosialisasi Sensus Ekonomi 2026 di Aula Diskominfo Kabupaten Bogor, Selasa (31/3/2026).

Kegiatan ini menjadi langkah awal untuk memperkuat pemahaman sekaligus mendorong partisipasi perangkat daerah dan masyarakat dalam menyukseskan sensus yang akan menjadi dasar penting perencanaan pembangunan.

Kepala BPS Kabupaten Bogor, Bambang Pamungkas, menegaskan bahwa data yang akurat merupakan fondasi utama dalam menentukan arah kebijakan pembangunan. Ia mengingatkan, kesalahan dalam membaca data dapat berujung pada kebijakan yang tidak tepat sasaran.

“Data itu sangat krusial. Banyak persoalan muncul karena kesalahan dalam membaca data. Melalui Sensus Ekonomi 2026, kami ingin menghadirkan data yang benar-benar akurat sebagai dasar pengambilan kebijakan,” ujarnya.

Bambang juga menyoroti pentingnya budaya literasi, tidak hanya membaca teks, tetapi juga kemampuan memahami data statistik sebagai gambaran kondisi riil daerah.

“Dengan membaca data, kita bisa memahami kondisi ekonomi Bogor, Jawa Barat, hingga nasional. Dari sana, kita bisa merumuskan langkah yang tepat untuk mendorong pertumbuhan ekonomi,” jelasnya.

Menurutnya, Sensus Ekonomi 2026 akan memberikan gambaran menyeluruh tentang kondisi ekonomi masyarakat, potensi usaha, hingga arah pengembangan sektor ekonomi ke depan.

BPS mengajak seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah hingga masyarakat, untuk aktif berpartisipasi dalam pelaksanaan sensus tersebut.

“Sensus ini berdampak besar bagi kemajuan daerah dan bangsa. Karena itu, kami mengajak semua pihak untuk bersama-sama menyukseskannya,” tambah Bambang.