DEPOK – Anggota DPRD Kota Depok St. Binton J Nadapdap menegaskan bahwa pembangunan Kota Depok tidak boleh hanya berorientasi pada pertumbuhan fisik dan ekonomi, tetapi juga harus menjaga identitas, sejarah, dan karakter budaya masyarakat di tengah pesatnya modernisasi.
Menurut Binton, kemajuan sebuah kota tidak cukup diukur dari pembangunan infrastruktur atau tingginya gedung, tetapi juga dari kualitas masyarakat yang memiliki karakter dan kebanggaan terhadap sejarah daerahnya.
"Kota yang maju bukan hanya kota yang memiliki gedung tinggi dan infrastruktur modern, tetapi kota yang masyarakatnya memahami sejarah dan bangga terhadap identitas daerahnya sendiri," ujar Binton, Sabtu (23/5/2026).
Legislator Komisi A DPRD Kota Depok dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI) itu menilai pembangunan yang mengabaikan sejarah dan budaya berisiko membuat masyarakat kehilangan jati diri di tengah arus globalisasi.
Karena itu, ia mendorong hadirnya ruang edukasi publik yang mampu memperkuat kesadaran sejarah, termasuk melalui gagasan pembangunan Museum Kota Depok sebagai pusat literasi sejarah dan budaya.
"Museum bukan sekadar tempat menyimpan benda bersejarah, tetapi ruang edukasi untuk membangun kesadaran masyarakat terhadap identitas kotanya," katanya.
Selain isu sejarah dan kebudayaan, Binton juga menekankan pentingnya pembangunan yang seimbang, mulai dari penguatan pendidikan, pemberdayaan UMKM, pengelolaan lingkungan hidup, hingga penyediaan ruang publik yang ramah masyarakat.
Sebagai akademisi, legislator, dan pegiat sejarah, Binton menilai pembangunan yang ideal adalah pembangunan yang mampu menjaga keseimbangan antara kemajuan ekonomi, kelestarian lingkungan, dan pelestarian identitas daerah.
"Pembangunan harus menciptakan keseimbangan. Kemajuan ekonomi penting, tetapi sejarah, budaya, lingkungan, dan kualitas hidup masyarakat juga harus tetap dijaga," tegasnya.