DEPOK — Pemerintah Kota Depok mempercepat program perbaikan rumah tidak layak huni (RTLH) dengan menargetkan 1.700 unit rumah warga dibedah sepanjang 2026. Program ini menjadi salah satu langkah konkret menghadirkan kesejahteraan dari kebutuhan paling mendasar: tempat tinggal yang layak.
Wali Kota Depok, Supian Suri, menegaskan bahwa kehadiran negara harus dirasakan langsung oleh masyarakat, terutama dalam menjamin kualitas hidup yang lebih baik.
“Hadirnya pemerintah adalah untuk membahagiakan masyarakat. Salah satunya dengan memastikan warga memiliki rumah yang layak, aman, dan nyaman,” ujarnya saat serah terima program Bebenah Kampung di Kecamatan Sukmajaya, Kamis (16/4/2026).
Program ini merupakan hasil kolaborasi antara Pemkot Depok dan Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia, serta didukung pendanaan dari APBD, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, hingga pemerintah pusat.
Menurut Supian, dampak program ini tidak hanya terlihat dari perubahan fisik bangunan, tetapi juga dari meningkatnya kualitas hidup warga penerima manfaat.
“Rumah yang dulu bocor, tidak sehat, sekarang sudah lebih layak. Lingkungan jadi lebih bersih, sanitasi membaik, dan warga bisa hidup lebih tenang,” jelasnya.
Ia menekankan, perbaikan rumah juga berpengaruh langsung pada masa depan keluarga, khususnya pendidikan anak.
“Kalau rumah sudah layak, jangan sampai anak-anak putus sekolah. Pendidikan harus jadi prioritas agar kehidupan keluarga ke depan semakin baik,” tegasnya.
Selain itu, Supian juga mengingatkan pentingnya pengelolaan keuangan keluarga secara bijak. Ia mengimbau masyarakat tidak memaksakan diri dalam pengeluaran yang tidak mendesak, seperti pesta berlebihan.