NATAR – Keluhan warga Kecamatan Natar terkait bau menyengat yang diduga berasal dari aktivitas pabrik karet PTPN 7 Regional 1 Pewa (Pematang Kiwah) kembali mencuat. Warga menyebut persoalan ini telah berlangsung selama puluhan tahun tanpa solusi yang jelas.

Keluhan datang dari sejumlah desa terdampak, di antaranya Desa Muara Putih, Desa Merak Batin, dan Desa Natar. Bau tidak sedap tersebut kerap muncul pada waktu-waktu tertentu dan dinilai sangat mengganggu aktivitas masyarakat.

“Baunya menyengat dan sudah lama kami rasakan. Sampai sekarang belum ada perubahan,” ujar seorang warga Desa Natar yang meminta identitasnya dirahasiakan, Selasa (28/4/2026).

Warga lain dari Desa Muara Putih mengungkapkan bahwa kondisi terparah biasanya terjadi setelah hujan atau pada malam hari.

“Kalau habis hujan atau setelah magrib, baunya sangat parah,” katanya.

Hal serupa disampaikan warga Dusun Citerep, Desa Merak Batin, yang menyebut bau menyengat lebih terasa pada malam hari dan saat kondisi lembap.

“Memang benar, baunya sangat menyengat, apalagi malam hari dan setelah hujan,” ujarnya.

Dugaan sementara mengarah pada aktivitas pengolahan karet di PTPN 7 Regional 1 Pewa. Namun hingga kini belum ada penjelasan resmi terkait sumber pasti bau maupun langkah penanganan yang dilakukan.

Saat dikonfirmasi, pihak perusahaan melalui petugas gudang dan keamanan mengarahkan awak media untuk menghubungi perwakilan lainnya. Salah satu perwakilan, Arif, menyatakan bahwa pihaknya menerima seluruh keluhan warga dan akan meneruskannya ke manajemen.