BOGOR, (TB) — Komisi Penanggulangan AIDS Daerah (KPAD) bersama Lembaga Kajian Strategis (Lekas) dan Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor membentuk wadah Wartawan Peduli AIDS, Kamis (13/11/2025).

Kegiatan ini dirangkaikan dengan sosialisasi penanggulangan HIV-AIDS yang berlangsung di Mega Hotel & Resort, Jalan Raya Puncak KM 75, Desa Cipayung Datar, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor.

Sebanyak 25 jurnalis dari berbagai media yang tergabung dalam Forum Wartawan Bogor Selatan (FWBS) turut ambil bagian dalam kegiatan ini.
Langkah ini menjadi bagian strategis untuk memperkuat edukasi publik, sekaligus mempererat sinergitas antara media, pemerintah, dan lembaga masyarakat dalam upaya pencegahan serta penanggulangan HIV-AIDS di Kabupaten Bogor.

Kepala Sekretariat KPAD Kabupaten Bogor, Muksin Zaenal Abidin, menegaskan bahwa media memiliki peran vital dalam membangun kesadaran publik serta melawan stigma terhadap Orang dengan HIV-AIDS (ODHA).

 “Media harus menjadi garda terdepan dalam menyebarkan informasi tentang HIV-AIDS dan cara pencegahannya. Karena sampai saat ini belum ada obat yang bisa menyembuhkan. ARV hanya berfungsi menghambat replikasi virus,” ujar Muksin.

“Di masyarakat masih banyak stigma negatif terhadap ODHA. Tak jarang anak-anak yang terjangkit justru dikucilkan atau ditolak di sekolah,” tambahnya.

Muksin juga mengungkapkan, angka kematian ODHA di Kabupaten Bogor termasuk yang tertinggi di Jawa Barat, dengan sebagian besar pengidap berasal dari usia produktif, ibu hamil, hingga anak-anak.
Selain program Wartawan Peduli AIDS, KPAD dan Lekas juga berencana membentuk Ulama Peduli AIDS dan Pelajar Peduli AIDS dalam waktu dekat.

Sementara itu, perwakilan Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor, Faisal Irham, meluruskan banyaknya kesalahpahaman masyarakat soal penularan HIV.

 “HIV tidak menular lewat berjabat tangan, makan bersama, berciuman, atau terkena bersin. Penularan hanya terjadi melalui hubungan seksual berisiko, penggunaan jarum suntik tidak steril, darah, serta ASI,” jelas Faisal.