BOGOR – Rencana pengadaan videotron senilai lebih dari Rp1 miliar oleh Pemerintah Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor, menjadi perhatian publik. Belanja modal tersebut tercatat dalam Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SiRUP) Tahun Anggaran 2026 dengan nilai pagu mencapai sekitar Rp1,08 miliar melalui metode E-Purchasing.

Berdasarkan data pengadaan pemerintah, paket dengan Kode RUP 62897146 itu tercantum sebagai Belanja Modal Alat Kantor Lainnya dengan spesifikasi berupa videotron LED indoor menggunakan produk dalam negeri bermerek ViewSonic.

Dokumen pengadaan menyebutkan perangkat yang akan dibeli memiliki spesifikasi LED Indoor Pixel Pitch 2.0 dengan ukuran kabinet 640 mm x 360 mm, resolusi 320 x 180 piksel, serta tingkat kecerahan antara 600 hingga 900 nits. Pengadaan tersebut direncanakan untuk mendukung kebutuhan operasional selama tahun anggaran 2026.

Meski proses pengadaan dilakukan melalui mekanisme yang diperbolehkan dalam regulasi, besarnya nilai anggaran memunculkan sejumlah pertanyaan terkait kebutuhan, manfaat, serta prioritas penggunaan anggaran daerah.

Sejumlah kalangan menilai masyarakat berhak memperoleh penjelasan yang lebih rinci mengenai tujuan pengadaan videotron tersebut. Terutama terkait lokasi pemasangan, fungsi utama perangkat, sasaran pemanfaatan, hingga indikator keberhasilan yang akan digunakan pemerintah dalam mengukur manfaat dari investasi bernilai miliaran rupiah tersebut.

Seorang pemerhati kebijakan anggaran daerah menilai bahwa aspek terpenting dalam pengadaan barang publik bukan hanya soal kepatuhan terhadap prosedur administrasi, melainkan sejauh mana pengadaan tersebut memberikan dampak nyata bagi pelayanan masyarakat.

"Yang perlu dijelaskan kepada publik bukan semata-mata karena pengadaannya dilakukan melalui katalog elektronik atau E-Purchasing. Yang lebih penting adalah alasan kebutuhan, urgensi pengadaan, serta manfaat yang akan dirasakan masyarakat dari penggunaan anggaran tersebut," ujarnya, Rabu (10/6/2026).

Dalam praktik pengadaan pemerintah, metode E-Purchasing memang memungkinkan instansi membeli produk yang telah tersedia dalam katalog elektronik nasional. Namun mekanisme tersebut tetap menuntut adanya perencanaan yang matang, analisis kebutuhan yang jelas, serta pertanggungjawaban atas penggunaan anggaran publik.

Pertanyaan publik menjadi semakin relevan mengingat masih terdapat berbagai kebutuhan pelayanan dasar yang memerlukan perhatian pemerintah daerah, mulai dari infrastruktur lingkungan, pelayanan sosial, hingga peningkatan kualitas layanan publik di tingkat kecamatan.

Halaman:
S
D
Editor: San
Penulis: dv