DEPOK – Pemerintah Kota (Pemkot) Depok mulai menyiapkan transformasi besar dalam sistem pengelolaan sampah. Jika selama ini sebagian besar sampah berakhir di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA), ke depan sekitar 700 ton sampah yang dihasilkan warga setiap hari akan diolah menjadi energi listrik melalui proyek waste to energy yang dikerjakan bersama Pemerintah Kota Bogor.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya pemerintah mengubah paradigma pengelolaan sampah, dari sekadar limbah yang harus dibuang menjadi sumber daya yang memiliki nilai ekonomi sekaligus mampu menghasilkan energi terbarukan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok, Reni Siti Nuraeni, mengatakan proyek pengolahan sampah menjadi energi listrik tersebut akan menggunakan skema aglomerasi antara Kota Depok dan Kota Bogor dengan kapasitas total mencapai 1.000 ton sampah per hari.

"Depok nanti beraglomerasi dengan Kota Bogor untuk mengolah 1.000 ton sampah menjadi energi listrik," ujar Reni, Kamis (9/7/2026).

Dari total kapasitas tersebut, sekitar 700 ton sampah berasal dari Kota Depok, sedangkan 300 ton lainnya berasal dari Kota Bogor.

"Komposisinya Depok 700 ton dan Kota Bogor 300 ton per hari," jelasnya.

Fasilitas pengolahan sampah modern tersebut rencananya akan dibangun di kawasan Kayumanis, Kota Bogor, yang menjadi lokasi kerja sama kedua daerah dalam pengembangan proyek energi berbasis sampah tersebut.

Menurut Reni, saat ini proyek telah memasuki tahap pengadaan. Pemerintah tengah menjalankan proses lelang, sementara proyek aglomerasi Depok-Bogor masuk dalam kategori batch kedua pengembangan fasilitas pengolahan sampah menjadi energi listrik.

"Saat ini sedang proses lelang, dan aglomerasi Depok-Bogor masuk batch kedua," ungkapnya.