DEPOK – Pemerintah Kota Depok melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) terus melanjutkan upaya penanganan banjir di kawasan Perumahan Bukit Cengkeh. Revitalisasi sistem drainase yang telah berjalan kini memasuki tahap lanjutan dengan fokus pada penyelesaian akar persoalan yang selama ini menyebabkan genangan berulang saat musim hujan.

Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas PUPR Kota Depok, Rizwanur Rahim, mengatakan hasil kajian teknis menunjukkan penyebab utama banjir bukan karena kurangnya jaringan saluran air, melainkan menurunnya fungsi drainase akibat sedimentasi dan penyempitan saluran di sejumlah titik.

Menurutnya, penanganan akan tetap memanfaatkan saluran eksisting tanpa membuka jalur baru dari Kali Laya. PUPR memilih mengoptimalkan infrastruktur yang sudah ada agar aliran air kembali berfungsi secara maksimal.

"Penanganan dilakukan menggunakan saluran existing dengan dimensi 60 x 60 sentimeter. Tidak ada rencana membuat bukaan baru dari Kali Laya. Permasalahan utama yang kami temukan adalah sedimentasi yang mencapai sekitar 60 sentimeter sehingga elevasi saluran lebih tinggi dari badan jalan dan air hujan sulit masuk ke saluran," ujar Rizwanur Rahim, Selasa (14/7/2026).

Hasil survei lapangan juga menemukan adanya penyempitan saluran atau bottleneck yang cukup signifikan di beberapa lokasi. Saluran yang idealnya memiliki lebar dan kedalaman sekitar dua meter kini menyempit hingga hanya sekitar satu meter akibat sedimentasi dan perubahan kondisi fisik saluran.

Kondisi tersebut menyebabkan kapasitas tampung air berkurang drastis saat curah hujan tinggi, sehingga memicu genangan di sejumlah titik permukiman. Bahkan, berdasarkan hasil dialog dengan warga, penyempitan saluran dinilai menjadi salah satu faktor utama yang memperparah banjir di kawasan tersebut.

Untuk mengatasi masalah secara menyeluruh, Dinas PUPR telah menyiapkan beberapa alternatif rekayasa teknis. Di antaranya peninggian terjunan tanggul atau pintu air di bagian hulu Setu Pengarengan menuju Kali Laya, normalisasi saluran di kawasan Bukit Cengkeh, hingga kajian pembangunan pompa pengendali banjir.

Pompa tersebut nantinya dirancang untuk mengalirkan air ke saluran hilir yang bermuara ke Sungai Ciliwung. Namun, PUPR menegaskan bahwa opsi tersebut masih dalam tahap kajian mendalam.

"Pompa memang menjadi salah satu alternatif yang sedang dikaji. Tetapi kami harus memastikan terlebih dahulu sistem pembuangannya. Jangan sampai persoalan banjir di satu wilayah teratasi, namun justru memunculkan genangan baru di wilayah lain," jelasnya.