Opini Pendidikan - Sejarah pendidikan Indonesia sesungguhnya adalah cerita panjang tentang perubahan yang tak pernah benar-benar menyentuh akar persoalan. Dari masa kolonial hingga era digital hari ini, sistem terus berganti, kurikulum silih berganti, istilah baru terus diperkenalkan. Namun satu hal tetap sama: Ketimpangan.

Pada masa kolonial, pendidikan memang dirancang diskriminatif hanya untuk segelintir elite. Setelah kemerdekaan, semangat mencerdaskan kehidupan bangsa menjadi fondasi utama. Namun lebih dari tujuh dekade berlalu, pertanyaan mendasarnya belum berubah: apakah pendidikan kita sudah benar-benar merata?

Fakta hari ini menunjukkan jawaban yang tidak nyaman.

Di satu sisi, sekolah-sekolah di kota besar berlomba mengadopsi teknologi, menerapkan pembelajaran digital, bahkan berbicara tentang kecerdasan buatan AI. Di sisi lain, masih banyak sekolah di daerah yang berjuang dengan keterbatasan guru, minim fasilitas, bahkan akses internet yang tidak stabil.

Ini bukan sekadar kesenjangan. Ini adalah kegagalan sistemik yang diwariskan dari masa ke masa.

Ironisnya, setiap pergantian kebijakan seolah datang dengan janji besar. Mulai dari Kurikulum Berbasis Kompetensi, KTSP, Kurikulum 2013, hingga Merdeka Belajar. Semuanya menawarkan pembaruan. Namun perubahan ini sering kali lebih terasa di atas kertas dibandingkan di ruang kelas.

Guru kembali menjadi pihak yang paling terdampak. Mereka dituntut beradaptasi cepat dengan kebijakan baru, sementara persoalan mendasar seperti distribusi, kesejahteraan, dan kepastian status belum sepenuhnya terselesaikan. Kebijakan PPPK, misalnya, digadang-gadang sebagai solusi, tetapi masih menyisakan ketidakpastian jangka panjang.

Sejarah seharusnya menjadi pelajaran, bukan sekadar catatan.

Pada masa Ki Hajar Dewantara, pendidikan dibangun dengan filosofi yang jelas: memerdekakan manusia. Pendidikan bukan sekadar transfer ilmu, tetapi pembentukan karakter dan kemandirian. Hari ini, semangat itu terasa semakin jauh, tergantikan oleh pendekatan administratif dan target-target formal.