Opini Pendidikan. Oleh: Redaksi
Negara mana pun akan gemetar jika tidak memiliki tentara. Ancaman dari luar, konflik teritorial, hingga stabilitas nasional menjadi alasan kuat mengapa sektor pertahanan selalu mendapat perhatian serius. Anggaran besar digelontorkan, modernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista) terus dikejar, dan kekuatan militer dijaga sebagai simbol kedaulatan.
Namun di saat yang sama, ada ironi yang sulit dibantah: negara tampak jauh lebih berani mengambil risiko dengan mengabaikan peran guru.
Padahal, jika tentara menjaga batas wilayah negara, maka guru menjaga arah masa depan bangsa.
Ancaman terbesar sebuah negara hari ini bukan hanya invasi fisik, tetapi juga degradasi kualitas sumber daya manusia. Rendahnya literasi, krisis karakter, minimnya daya saing, serta lunturnya nilai kebangsaan adalah bentuk ancaman nyata yang bekerja secara perlahan, namun dampaknya jauh lebih dalam dan jangka panjang.
Di sinilah peran guru menjadi krusial. Guru bukan sekadar pengajar, melainkan pembentuk cara berpikir, penanam nilai, dan penjaga peradaban. Mereka bekerja dalam senyap, tanpa sorotan, tanpa euforia kemenangan, tetapi hasilnya menentukan wajah bangsa puluhan tahun ke depan.
Sayangnya, peran strategis ini belum sepenuhnya diiringi dengan keberpihakan kebijakan.
Di Indonesia, guru masih sering ditempatkan dalam posisi yang serba sulit. Ketika terjadi penurunan kualitas pendidikan, guru menjadi pihak pertama yang disorot. Ketika ada persoalan karakter siswa, guru kembali menjadi sasaran kritik. Bahkan dalam banyak kasus, otoritas moral guru di ruang kelas pun mulai tergerus oleh tekanan sosial dan kekhawatiran akan konsekuensi hukum.
Di sisi lain, realitas kesejahteraan dan dukungan terhadap guru masih jauh dari ideal. Ketimpangan antara guru negeri dan swasta masih mencolok. Beban administratif yang tinggi seringkali menggerus waktu dan energi yang seharusnya difokuskan pada proses pembelajaran. Ruang pengembangan profesional belum merata, sementara tuntutan terhadap kualitas pendidikan terus meningkat.