Oleh: Johan Sopaheluwakan, S.Pd., CEJ., C.BJ

Kisah Mahabharata yang epik tak lepas dari kelima Pandawa, lima bersaudara yang menjadi pusat konflik dan perjuangan dalam cerita tersebut.  Masing-masing Pandawa memiliki kepribadian dan sifat yang unik,  menjadikan mereka karakter yang kompleks dan menarik untuk dipelajari.  Mari kita mengenal lebih dekat Yudhistira, Bima, Arjuna, Nakula, dan Sadewa.
 
1. Yudhistira (Puntadewa / Dharma Kusuma):  Sang Raja yang Adil
 
Yudhistira,  putra sulung Pandu dan Kunti,  dikenal sebagai sosok yang bijaksana, adil, dan menjunjung tinggi dharma (kebajikan).  Ia merupakan pemimpin yang idealis dan taat pada aturan,  seringkali menempatkan dharma di atas segalanya, bahkan terkadang hingga mengorbankan kepentingan pribadi.  Kelemahannya terletak pada sifatnya yang terlalu lunak dan mudah dimanipulasi,  serta  kesulitan mengambil keputusan tegas dalam situasi sulit.
 
2. Bima (Werkudara / Seno):  Kekuatan dan Kesetiaan yang Tak Tergoyahkan
 
Bima,  putra kedua Pandu dan Kunti,  merupakan simbol kekuatan fisik dan kesetiaan yang luar biasa.  Ia pemberani,  terus terang,  dan sangat protektif terhadap saudara-saudaranya.  Meskipun terkadang bertindak kasar dan impulsif,  Bima memiliki hati yang baik dan selalu berjuang membela kebenaran.  Keadilan baginya seringkali diwujudkan dengan tindakan fisik yang keras.
 
3. Arjuna (Partha / Permadi):  Keahlian dan Keindahan yang Memukau
 
Arjuna,  putra ketiga Pandu dan Kunti,  merupakan Pandawa yang paling mahir dalam peperangan.  Ketampanannya dan keahliannya dalam memanah membuatnya diidolai banyak wanita.  Ia dikenal sebagai sosok yang tekun,  ulet,  dan selalu berusaha untuk meningkatkan kemampuannya.  Namun,  Arjuna juga memiliki sifat angkuh dan cenderung sombong,  serta  mudah terpengaruh oleh pujian.
 
4. Nakula (Madri Putra):  Kecerdasan dan Kecepatan
 
Nakula dan Sadewa adalah anak kembar dari Pandu dan Madri.  Nakula dikenal karena kecerdasannya dan kecepatannya dalam beraksi.  Ia merupakan sosok yang tenang,  bijaksana,  dan  memiliki kemampuan diplomasi yang baik.  Ia seringkali bertindak sebagai penengah di antara saudara-saudaranya yang memiliki sifat yang lebih kuat.
 
5. Sadewa (Madri Putra):  Kebijaksanaan dan Kepekaan
 
Sadewa,  kembaran Nakula,  memiliki sifat yang lebih pendiam dan bijaksana.  Ia memiliki kemampuan intuitif dan kepekaan yang tinggi terhadap lingkungan sekitarnya.  Sadewa pandai membaca situasi dan memberikan nasihat yang tepat kepada saudara-saudaranya.  Ia juga dikenal sebagai sosok yang sabar dan mampu mengendalikan emosi dengan baik.
 
Kelima Pandawa,  dengan perbedaan sifat dan perangai mereka,  mewakili berbagai aspek kemanusiaan.  Kolaborasi mereka dalam menghadapi tantangan,  baik internal maupun eksternal,  menunjukkan kekuatan persaudaraan dan pentingnya kerjasama dalam mencapai tujuan bersama.  Mempelajari sifat dan perangai masing-masing Pandawa memberikan wawasan yang berharga tentang nilai-nilai kehidupan dan kompleksitas hubungan antarmanusia.

Penulis adalah Pendiri DPP PENA (Perhimpunan Penulis dan Editor Indonesia), tinggal di Jakarta.