BOGOR — Jembatan penghubung di Desa Cintamanik, Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor, berada di ambang kerusakan serius dan terancam ambruk. Padahal, infrastruktur tersebut menjadi akses utama bagi ratusan kepala keluarga dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.
Kondisi fisik jembatan kini memprihatinkan. Sejumlah bagian penopang kayu terlihat lapuk, besi pengikat mengalami korosi, sementara lantai jembatan bergoyang saat dilintasi kendaraan maupun pejalan kaki. Situasi ini meningkatkan risiko kecelakaan, terutama bagi pelajar dan warga yang melintas setiap hari.
Kepala Desa Cintamanik, Jamaludin, mengungkapkan bahwa pihaknya telah berulang kali mengajukan permohonan perbaikan kepada pemerintah daerah, namun hingga kini belum ada realisasi.
“Usulan sudah sering kami sampaikan, baik ke kecamatan maupun UPT. Kami berharap bisa segera masuk dalam program pembangunan melalui APBD Kabupaten Bogor,” ujarnya, Selasa (15/4/2026).
Ia menegaskan, jembatan tersebut merupakan satu-satunya jalur penghubung antarwilayah yang sangat vital, mulai dari akses pendidikan, ekonomi, hingga layanan dasar masyarakat.
“Kalau sampai ambruk, aktivitas warga akan lumpuh. Ini akses utama masyarakat,” tegasnya.
Kekhawatiran juga dirasakan warga yang setiap hari terpaksa melintasi jembatan dalam kondisi rawan. Meski berisiko, mereka tidak memiliki pilihan lain karena tidak tersedia jalur alternatif.
Kondisi ini menuntut perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Bogor. Pemerintah desa berharap perbaikan segera direalisasikan, khususnya melalui program pembangunan jembatan rawayan, agar keselamatan warga dan kelancaran mobilitas tetap terjaga.
Jika dibiarkan, kerusakan jembatan bukan hanya mengancam keselamatan, tetapi juga berpotensi mengisolasi wilayah dan menghambat aktivitas ekonomi masyarakat setempat.