PESAWARAN – Kabupaten Pesawaran berpeluang menjadi daerah percontohan pengelolaan sampah modern di Indonesia. Hal itu menyusul kunjungan investor asal Kroasia yang melakukan penjajakan pembangunan fasilitas pengolahan sampah berkelanjutan di wilayah tersebut.

Kunjungan berlangsung di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Taman Sari, Kecamatan Gedong Tataan, Rabu (17/6/2026), dipimpin langsung Wakil Bupati Pesawaran Antonius Muhammad Ali, S.H., bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Pesawaran dan Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Lampung.

Turut hadir Direktur Utama PT Nusantara Plastik Energi M. Dani, perwakilan Kantor Staf Presiden, serta dua investor asal Kroasia, Mr. Vinko dan Mrs. Ida Pandur, yang datang dalam rangka meninjau potensi investasi pengelolaan sampah berbasis teknologi modern.

Peninjauan tersebut dilakukan untuk melihat ketersediaan bahan baku sekaligus kesiapan daerah dalam mendukung pembangunan fasilitas yang mampu mengolah sampah menjadi berbagai produk bernilai ekonomi, seperti Refuse Derived Fuel (RDF), minyak plastik (plastic oil), hingga produk turunan lainnya yang mendukung konsep ekonomi sirkular.

Direktur Utama PT Nusantara Plastik Energi, M. Dani, mengatakan Kabupaten Pesawaran memiliki potensi besar untuk mendukung keberlangsungan investasi tersebut karena volume timbulan sampah yang tersedia dinilai mencukupi.

“Hari ini kami membawa investor dari Kroasia yang berkolaborasi dengan perusahaan dari Swiss untuk melihat potensi pengembangan pengolahan sampah di Kabupaten Pesawaran. Selain menghasilkan produk bernilai ekonomi, proyek ini juga diharapkan mampu meningkatkan kapasitas sumber daya manusia melalui transfer teknologi dan pengembangan sistem pengelolaan sampah modern,” ujar Dani.

Menurutnya, hasil peninjauan awal menunjukkan kapasitas sampah yang dimiliki Kabupaten Pesawaran bahkan lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan operasional fasilitas yang direncanakan.

Sementara itu, investor asal Kroasia, Ida Pandur, mengungkapkan bahwa Provinsi Lampung dipilih sebagai lokasi pertama untuk studi kelayakan proyek pengolahan sampah di Indonesia.

Ia menilai Lampung memiliki potensi besar untuk menjadi pionir pengembangan fasilitas pengolahan sampah modern yang dapat direplikasi di berbagai daerah lainnya.