DEPOK – Penyesuaian harga LPG non-subsidi pasca kebijakan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dipastikan tidak mengganggu ketersediaan pasokan di Kota Depok. Himpunan Wiraswasta Niaga Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) setempat memastikan distribusi tetap berjalan normal.
Ketua Hiswana Migas Depok, Valdarama Setiawan, menjelaskan bahwa kenaikan harga merupakan bagian dari kebijakan nasional yang telah diterapkan sesuai aturan. Meski harga mengalami penyesuaian, kondisi pasokan di lapangan tetap stabil.
“Distribusi ke agen dan pangkalan tidak mengalami hambatan. Stok juga dalam kondisi aman,” ujarnya, Sabtu (2/5/2026).
Adapun harga terbaru Brightgas di wilayah Depok kini mengalami kenaikan. Untuk ukuran 5,5 kilogram berada di kisaran Rp107.000 per tabung, sementara ukuran 12 kilogram mencapai sekitar Rp228.000.
Meski terjadi kenaikan harga, Hiswana Migas memastikan tidak ada indikasi kelangkaan maupun lonjakan harga di luar ketentuan resmi. Seluruh agen dan pangkalan disebut telah menyesuaikan harga sesuai kebijakan yang berlaku.
Valdarama mengimbau masyarakat agar tetap membeli LPG non-subsidi melalui jalur distribusi resmi guna memastikan keamanan dan kualitas produk. Ia juga mengingatkan agar masyarakat tidak melakukan pembelian berlebihan.
“Jika ada kendala, masyarakat bisa memanfaatkan layanan Pertamina melalui call center 135 atau aplikasi MyPertamina untuk memantau ketersediaan,” jelasnya.
Ke depan, Hiswana Migas Depok akan terus memantau perkembangan harga dan distribusi untuk mengantisipasi potensi gangguan pasokan. Dengan kondisi yang ada saat ini, masyarakat diminta tetap tenang dan mengandalkan agen resmi sebagai sumber distribusi LPG.